Getaran Gempa Pacitan Meluas Hingga Wilayah DIY, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami

BMKG

MAKLUMAT — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa getaran gempa yang berpusat di tenggara Pacitan telah meluas hingga ke berbagai wilayah Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Tengah.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr Wijayanto menjelaskan mengenai wilayah yang paling dekat dengan pusat gempa berada dalam skala intensitas III MMI yang meliputi Pacitan, Wonogiri, Tulungagung, dan Blitar. Pada skala ini, getaran terasa nyata di dalam rumah seakan ada truk yang melintas.

Sementara wilayah yang terletak jauh dari pusat gempa berada dalam skala intensitas II MMI yang meliputi Kulon Progo, Bantul, Sleman, Yogyakarta, Trenggalek, Malang, Nganjuk, Magetan, Klaten, Ponorogo, dan Jember.

Melalui siaran pers pada Sabtu (27/6/2026), BMKG menjelaskan bahwa pada skala ini, getaran hanya dirasakan beberapa orang dan membuat benda ringan yang tergantung bergoyang. Meskipun jangkauan wilayahnya cukup luas, kekuatan getaran yang dirasakan masyarakat tergolong lemah sehingga tidak menimbulkan dampak kerusakan yang parah.

Fatimatul Khairiyyah, seorang mahasiswa di Yogyakarta membagikan pengalamannya ketika gempa terjadi. Awalnya, ia sempat bingung apakah yang dirasakannya merupakan gempa atau dirinya yang sedang merasa pusing.

Baca Juga  BMKG Rilis Pandangan Iklim 2025: Indonesia Diprediksi Alami Curah Hujan Normal hingga Atas Normal

“Awalnya aku sempat bingung, ini aku yang pusing atau gimana. Pas aku lihat air di galon sama bando yang digantung goyang, baru sadar kalau ini gempa,” ujarnya, saat dihubungi wartawan Maklumat.id pada Sabtu (27/6/2026).

Ia juga menambahkan sempat merasa terkejut, meski getarannya hanya sekitar beberapa detik karena pertama kali merasakan getaran gempa. “Jujur sempat syok, meskipun guncangannya sebentar. Soalnya ini pertama kali aku ngerasain langsung,” imbuhnya.

Hasil pemodelan tsunami BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng ini tidak berpotensi tsunami. Pihak BMKG akan terus melakukan monitor terhadap aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

 

*) Penulis: Fatin Azmi Fauziyah