Waspada! Marak Penipu Online Borong Username WhatsApp

WhatsApp

MAKLUMAT — Fitur baru WhatsApp yang memungkinkan pengguna mengganti nomor telepon dengan username menjadi sorotan. Seorang kreator konten teknologi dengan nama panggung Mr Bert menyebut fitur tersebut sudah dimanfaatkan penipu online untuk mengklaim nama-nama tokoh publik, bank, merek dagang, hingga instansi pemerintah, hanya dua hari sejak fitur ini dirilis.

Mr Bert menyebut penipu bergerak cepat mengambil alih nama-nama strategis sebelum dimanfaatkan pemiliknya sendiri, sehingga nama tersebut berpotensi disalahgunakan untuk menipu korban di kemudian hari.

“Sebenarnya cara ini bagus untuk menyembunyikan nomor telepon kalian. Namun penipu juga tahu mereka harus ambil ini duluan supaya mereka bisa menipu kalian di kemudian hari,” ujar Mr Bert melalui unggahan di Instagram pribadinya @realmrbert pada Kamis (2/7/2026).

Ia mencontohkan skenario penipu yang telah mengklaim nama sebuah bank kemudian memanfaatkan data pribadi yang bocor untuk mengirimkan tautan berbahaya kepada calon korban. Akhirnya, akan ada banyak orang yang akan jadi korban penipuan. Uang yang hilang dari link berbahaya dan dikirimkan dari username yang palsu.

Ia menekankan bahwa praktik jual-beli username ini dijual dengan harga yang mahal dan ada nama penting terntentu. “Ini sudah tidak main-main, ini sudah dijual dengan harga yang begitu mahal,” ujarnya.

Baca Juga  Pemerintah: Meta Gagal Bendung Konten Eksploitasi Seksual hingga Judi Online

Menutup unggahannya, Mr Bert mengajak masyarakat untuk segera mengamankan nama pengguna mereka masing-masing sebelum dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab. Kelompok yang dinilai paling rentan menjadi sasaran adalah kalangan orang tua.

“Katakan ke keluarga kalian, ‘Papa, Mama, langsung ambil namamu dari WhatsApp, atau ambil nama tokomu sebelum itu digunakan untuk menipu kemudian harinya,’” lanjutnya.

Unggahan Mr Bert tersebut mendapat berbagai tanggapan dari warganet. Sejumlah pengguna menyatakan setuju bahwa ini bahaya. Salah satu akun menulis “Setuju ini bahaya” pada komentar yang di pin sebagai respons dari jenis penipuan baru ini.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak WhatsApp maupun Meta terkait potensi penyalahgunaan fitur username tersebut. Masyarakat diimbau untuk tetap berhati-hati dan tidak sembarangan mengklik tautan yang dikirimkan melalui pesan WhatsApp, sekalipun tampak berasal dari sumber yang tepercaya.

 

*) Penulis: Lail Zahwa Efrilia Dwi Efendi