KKN UINSA Hadirkan Inovasi Alat Tabur Pupuk, Pemerintah Desa Siap Perbanyak Produksi

pupuk

MAKLUMAT — Mahasiswa KKN Kelompok 183 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya menggelar pelatihan pembuatan alat tabur pupuk bersama kelompok tani di Desa Mengen, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Bondowoso, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan itu berangkat dari kebutuhan petani akan cara kerja yang lebih efisien dengan biaya yang tetap terjangkau. Pelatihan diawali dengan simulasi perakitan alat tabur pupuk berbahan pipa paralon.

Mahasiswa bersama petani menyusun komponen alat tersebut, lalu mengujinya langsung di lahan milik salah seorang petani yang mengikuti kegiatan. Melalui uji coba itu, para petani dapat melihat cara penggunaan alat sekaligus merasakan manfaatnya saat menaburkan pupuk di lahan.

“Ketika berdiskusi dengan kelompok tani, para petani menginginkan sebuah inovasi yang dapat mempermudah kerja mereka saat di ladang. Akhirnya kami mencoba mencari alternatif yang bisa menjawab kebutuhan masyarakat tersebut hingga menemukan alat tabur pupuk ini,” kata Koordinator KKN 183 UINSA, Dian Prahara Batubara.

Menurut Dian, gagasan tersebut lahir setelah tim KKN berdiskusi dengan kelompok tani selama menjalankan program di Desa Mengen. Meski tema utama KKN tahun ini berfokus pada kesehatan lingkungan dan pendampingan UMKM, hasil pemetaan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar warga menggantungkan mata pencaharian di sektor pertanian. Kondisi itu mendorong mahasiswa untuk menyesuaikan program agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Kader IMM UINSA di Balik Gugatan UU MD3: Suara Rakyat Tak Boleh Direduksi Fraksi

“Tema kami memang kesehatan lingkungan dan pendampingan UMKM. Namun setelah melakukan analisis, kami melihat aset terbesar desa ini berasal dari sektor pertanian. Karena itu, saya bersama teman-teman merasa perlu memberikan perhatian juga kepada para petani,” ujarnya.

Usai pelatihan, mahasiswa menyerahkan enam alat tabur pupuk yang telah dirakit bersama kepada perwakilan setiap dusun di Desa Mengen. Selain memberikan alat, mereka juga membagikan cara membuatnya sehingga petani dapat memproduksi alat serupa secara mandiri apabila dibutuhkan.

Kepala Dusun sekaligus petani, Abdur Rohman, menilai alat tersebut menjadi pengalaman baru bagi warga. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya membawa hasil jadi, tetapi juga membekali petani dengan pengetahuan untuk merakit alat itu sendiri sehingga manfaatnya bisa terus berlanjut.

“Ini merupakan hal baru di desa kami. Saya sangat senang karena adik-adik KKN memberikan sebuah inovasi yang sangat membantu bagi kami para petani,” ujarnya.

Kepala Desa Mengen, Ahmad Fauzan, juga menyambut baik program tersebut. Ia menilai mahasiswa KKN UINSA menghadirkan berbagai gagasan yang dapat membantu masyarakat selama berada di desa. Pemerintah desa pun berencana memperbanyak produksi alat tabur pupuk agar dapat dimanfaatkan lebih luas oleh petani di seluruh wilayah Desa Mengen.

Baca Juga  Rocket Stove Jadi Alternatif Pengelolaan Sampah di Desa Mengen Bondowoso

“Kehadiran teman-teman KKN di desa kami sangat membantu. Banyak ide-ide bagus yang mereka tawarkan untuk membantu masyarakat Desa Mengen. Tentu saya sangat mengapresiasi kinerja teman-teman,” ujarnya.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki