Abdul Mu’ti: Muhammadiyah Punya Peran Strategis Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia

Suasana Pengajian Daerah PDM Kabupaten Malang yang dihadiri langsung oleh Mendikdasmen RI Abdul Mu'ti, Ahad (9/8/2026). (Foto: Salman udin/ IST)

MAKLUMAT — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Malang menggelar Pengajian Daerah yang dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, Ahad (9/8/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi itu diikuti sekitar 4.500 jemaah dan menjadi bagian dari agenda rutin dua bulanan Muhammadiyah Kabupaten Malang, sekaligus menjadi ruang silaturahim dan pembahasan mengenai peran serta kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Malang Ali Mutohirin, serta jajaran PDM Kabupaten Malang.

Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan harkat dan martabat manusia sekaligus mendukung kemajuan Indonesia.

Menurutnya, perubahan ekonomi global menunjukkan pergeseran dari natural based economy menuju knowledge based economy, sehingga kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu faktor yang menentukan daya saing bangsa.

“Bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu mengembangkan sumber daya manusianya melalui pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan,” tandas sosok yang juga Sekretaris Umum PP Muhammadiyah itu.

Mu’ti juga mengaitkan perkembangan pendidikan dengan sejarah perjuangan Muhammadiyah. Menurutnya, perhatian terhadap pendidikan telah menjadi bagian dari gerakan Muhammadiyah sejak awal. KH Ahmad Dahlan, kata dia, bahkan telah mendirikan sekolah sebelum Muhammadiyah secara resmi berdiri.

Baca Juga  Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Pendidikan Bermutu Tak Cukup Bertumpu pada Sekolah Formal

Pada fase awal perkembangannya, Muhammadiyah bertumpu pada pengajaran, pustaka, dan tabligh sebagai bagian dari upaya mencerdaskan umat.

Lebih lanjut, Mu’ti menilai tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan akses, tetapi juga kemampuan lembaga pendidikan beradaptasi dengan perubahan zaman. Ia menyoroti perlunya transformasi birokrasi pendidikan agar proses administrasi dan koordinasi tidak berjalan lambat maupun berbelit-belit.

Digitalisasi, kata dia, dapat dimanfaatkan untuk mempercepat koordinasi sekaligus mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif.

Pemerintah juga memprioritaskan peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan, terutama di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) serta daerah yang terdampak bencana. Pemanfaatan teknologi pembelajaran, salah satunya melalui Interactive Flat Panel (IFP), menjadi bagian dari upaya menghadirkan proses pembelajaran yang lebih interaktif.

Namun, pembangunan pendidikan tidak cukup hanya melalui pembenahan sarana dan prasarana. Mu’ti menekankan pentingnya peningkatan kapasitas guru dan penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) untuk meningkatkan kualitas pemahaman peserta didik.

Pendidikan juga perlu berjalan beriringan dengan penguatan karakter melalui program “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.

Pesan tersebut berkaitan dengan peran Muhammadiyah yang memiliki jaringan pendidikan di berbagai daerah, mengelola sekitar 8.000 sekolah dan 2.000 madrasah, hingga sekitar 23.000 lembaga pendidikan anak usia dini dengan total sekitar 1,5 juta murid.

Baca Juga  PCIM Malaysia Teken MoU dengan Universitas Trunojoyo Madura: Fasilitasi Pendidikan Anak PMI

Jaringan pendidikan tersebut membuat Muhammadiyah memiliki ruang untuk berkontribusi dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Sebab itu, penguatan kualitas guru, revitalisasi sarana pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta pendidikan karakter menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan.

Tak cuma itu, Mu’ti juga menekankan perlunya perhatian terhadap sekolah-sekolah di wilayah 3T, satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat, serta sekolah yang terdampak bencana. Upaya tersebut perlu disertai distribusi perangkat pembelajaran digital, peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, penerapan deep learning, dan penguatan pendidikan karakter.

Melalui Pengajian Daerah tersebut, Muhammadiyah Kabupaten Malang tidak hanya memperkuat ukhuwah di antara warga persyarikatan, tetapi juga menegaskan pentingnya pendidikan sebagai jalan membangun masyarakat yang berkemajuan.

Hal itu sejalan dengan komitmen Muhammadiyah untuk terus menjadi mitra strategis negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyiapkan sumber daya manusia yang unggul di tingkat global.

Kontribusi tersebut juga selaras dengan SDGs 4 tentang Pendidikan Bermutu, khususnya dalam mendorong pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan.***

*) Penulis: M. Salmanudin Hafizh Shobirin
Wakil Ketua Bidang Organisasi PCPM Klojen Kota Malang