Peternak Pasuruan Naik Kelas, Tim Unitomo–Untag Surabaya Dorong Pemasaran DOC Ayam Kampung Berbasis Data

Pendampingan pemasaran DOC ayam kampung berbasis data bagi peternak di Desa Sebani Pandaan Pasuruan

MAKLUMAT – Tantangan peternak ayam kampung tidak berhenti pada keberhasilan menetaskan bibit. Peternak juga perlu memastikan setiap Day Old Chick (DOC) terserap pasar pada waktu yang tepat.

Menjawab kebutuhan tersebut, Tim Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) dan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya melakukan pendampingan pengelolaan pemasaran DOC ayam kampung.

Pendampingan diberikan kepada mitra peternak di Desa Sebani, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, 9 Agustus 2026.

 

 

Kegiatan yang didanai melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2026 ini melibatkan Dr. Dra. Ardianik, M.Kes., M.Pd., Dra. Andry Herawati, M.M., dan Ir. Aris Heri Andriawan, S.T., M.T.

Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Rr. Salsa Eriyanti Maharani dan Winda Amelia Kusumaningtyas.

Hasil identifikasi bersama mitra menunjukkan bahwa permintaan DOC ayam kampung cenderung berubah pada setiap periode penetasan.

Pembeli, jumlah pesanan, dan waktu pengambilan tidak selalu sama. Kondisi ini membuat peternak membutuhkan pengelolaan pemasaran yang tidak hanya mengandalkan pelanggan tetap.

Peternak juga perlu mampu membaca pola permintaan pasar.

Mitra ternyata telah memiliki jaringan kerja sama dengan sesama peternak. Ketika produksi belum mencukupi pesanan, kebutuhan dapat dipenuhi melalui peternak lain.

Baca Juga  Kelompok Tani Merdeka Aceh Tamiang Dorong Usaha Ayam Petelur untuk Kemandirian Desa

Sebaliknya, ketika produksi lebih banyak dari pesanan, jaringan tersebut dapat membantu memperluas penyerapan DOC.

Melihat kondisi tersebut, tim PKM memperkenalkan konsep “Pengelolaan Pemasaran Berbasis Data Permintaan, Riwayat Penjualan, dan Jaringan Kemitraan”.

Pendekatan tersebut dilakukan melalui pencatatan data pembeli, pesanan, hasil penetasan, penjualan, transaksi, serta jaringan mitra.

Data tersebut kemudian dapat menjadi dasar bagi peternak untuk memperkirakan kebutuhan pasar. Data juga membantu menentukan jumlah produksi pada periode berikutnya.

Dengan demikian, keputusan penetasan tidak semata-mata berdasarkan perkiraan. Keputusan mulai diarahkan pada kebutuhan pasar yang tercatat.

Pendampingan ini diharapkan membantu mitra meningkatkan ketepatan pemasaran DOC. Langkah tersebut juga diharapkan mengurangi risiko produksi yang tidak terserap.

Selain itu, jaringan pasar dapat diperluas melalui kemitraan antar pelaku usaha.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026. Program tersebut dilaksanakan dengan dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.(*)