MAKLUMAT — Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Muhammadiyah mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat solidaritas dan membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan gempa tersebut telah menimbulkan korban jiwa, kerusakan, dan memaksa warga meninggalkan rumah untuk mengungsi.
“Atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan seluruh keluarga besar Muhammadiyah, kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang menimpa saudara-saudara kita di Flores, Nusa Tenggara Timur,” ujar Haedar, Sabtu (15/8/2026).
Haedar mendoakan warga yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
Ia juga mendoakan masyarakat yang terdampak gempa diberikan keselamatan, kesehatan, dan kekuatan dalam menghadapi situasi darurat.
View this post on Instagram
Haedar Ajak Elemen Bangsa Bergandengan Tangan
Haedar menilai bencana di Flores merupakan duka bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa bergandengan tangan memberikan pertolongan kepada warga terdampak, terutama mereka yang kehilangan anggota keluarga, tempat tinggal, dan sumber penghidupan.
“Musibah ini merupakan duka kita bersama. Karena itu, seluruh elemen bangsa perlu bergandengan tangan, memberikan pertolongan terbaik kepada masyarakat yang terdampak,” kata Haedar.
Menurut Haedar, dukungan terhadap korban gempa tidak cukup hanya melalui doa. Bantuan kemanusiaan dan dukungan terhadap kebutuhan warga di pengungsian juga diperlukan selama masa tanggap darurat.
MDMC Aktifkan Posko di Ende
Muhammadiyah juga mulai menggerakkan jaringan kebencanaannya di wilayah terdampak.
Melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Muhammadiyah telah mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) di Ende, NTT.
Poskorwil tersebut menjadi bagian dari respons awal Muhammadiyah untuk memantau kondisi masyarakat terdampak serta mengidentifikasi kebutuhan kemanusiaan di lapangan.
Informasi dari wilayah terdampak selanjutnya menjadi dasar untuk menentukan langkah bantuan dan respons kemanusiaan secara terkoordinasi.
Selain MDMC, Lazismu juga disiapkan untuk mendukung respons kemanusiaan Muhammadiyah di wilayah terdampak.
“Jaringan Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu akan terus hadir membantu masyarakat. Kehadiran itu merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk menolong sesama,” ujar Haedar.
Relawan dan Tenaga Kesehatan Diperkuat
Haedar mengapresiasi gerak cepat relawan Muhammadiyah yang berada di wilayah terdampak.
Ia juga mendoakan para relawan, tenaga kesehatan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana diberikan kekuatan dan kemudahan.
Menurut Haedar, proses evakuasi, pencarian korban, pelayanan kepada pengungsi, hingga pemulihan masyarakat membutuhkan kerja sama banyak pihak.
“Semoga proses evakuasi, pencarian, pelayanan kepada pengungsi, dan pemulihan masyarakat dapat berjalan dengan sebaik-baiknya,” tuturnya.
Muhammadiyah Ajak Masyarakat Bantu Korban
Muhammadiyah mengajak masyarakat luas memberikan dukungan kepada warga Flores selama masa tanggap darurat.
Dukungan dapat diberikan melalui doa, bantuan kemanusiaan, maupun bentuk bantuan lain yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Haedar menekankan pentingnya memperkuat solidaritas dan gotong royong dalam menghadapi bencana.
“Dalam menghadapi bencana, kita harus memperkuat solidaritas dan gotong royong,” pungkas Haedar.
Muhammadiyah berharap dukungan berbagai pihak dapat membantu masyarakat terdampak melewati masa darurat, sekaligus mempercepat proses pemulihan dan penataan kembali kehidupan warga Flores.***














