MAKLUMAT — Mahasiswa di Kabupaten Buleleng menggelar aksi penggalangan dana bersama pada Rabu (19/8/2026). Mereka berhasil menghimpun donasi sebesar Rp10.810.500. Masyarakat turut memberikan sumbangan selama aksi berlangsung.
Adapun penggalangan dana ini bertujuan membantu masyarakat terdampak gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini.
Kegiatan tersebut melibatkan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Buleleng bersama elemen Cipayung Plus Buleleng, yakni HMI, PMII, KMHDI, dan GMKI, serta organisasi daerah (organda) seperti HIMFLOR dan FORMASI.
Para mahasiswa turun langsung ke sejumlah titik di wilayah Singaraja. Mereka menggalang dana di kawasan simpang lampu merah Pantai Penimbangan, lampu merah Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), dan kawasan Taman Kota Buleleng.
“Perbedaan latar belakang organisasi bukan alasan untuk berjalan sendiri-sendiri. Justru melalui kegiatan seperti ini, kita menunjukkan bahwa mahasiswa punya kepedulian dan tanggung jawab sosial terhadap kondisi di sekitar kita,” ujar Ketua Umum IMM Buleleng, Muhammad Saiful.
Menurut Saiful, keterlibatan berbagai organisasi dalam kegiatan tersebut menunjukkan adanya ruang kerja bersama di antara mahasiswa yang memiliki latar belakang berbeda. Ia juga mengapresiasi anggota organisasi yang terlibat sejak persiapan hingga pelaksanaan penggalangan dana.
“Saya sangat mengapresiasi semangat kebersamaan seluruh kawan-kawan yang terlibat. Semoga apa yang kita lakukan hari ini, meskipun sederhana, bisa memberi manfaat dan menjadi bukti bahwa solidaritas mahasiswa masih hidup dan terus kita rawat bersama,” lanjutnya.
Aksi tersebut juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa memperkuat hubungan antarelemen organisasi di Buleleng. Saiful berharap kerja sama yang telah terbangun dapat dilanjutkan melalui kegiatan sosial dan kemanusiaan lainnya.
Ia menilai gerakan mahasiswa tidak berhenti pada ruang diskusi, kritik, maupun penyampaian aspirasi. Menurutnya, mahasiswa juga perlu hadir secara langsung ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Karena pada akhirnya, gerakan mahasiswa bukan hanya tentang menyampaikan suara, tetapi juga tentang hadir dan berbuat ketika masyarakat membutuhkan,” tegasnya.
Penulis: M Habib Muzaki












