Siapa Farah Savira? Perempuan yang Jadi Ketua DPD Golkar Jakarta Selatan di Usia 30 Tahun

Farah Savira

MAKLUMAT — Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Farah Savira mendapat amanah baru di Partai Golkar. Perempuan kelahiran Jakarta, 18 Juli 1996, itu dipercaya menjadi Ketua DPD Partai Golkar Jakarta Selatan periode 2025–2030.

Usai terpilih, ia mendapat ucapan selamat berbagai tokoh nasional. Salah satunya datang dari anggota DPD RI, Fahira Idris, melalui akun X pribadinya, @fahiraidris, Selasa (1/9/2026).

Fahira menilai pengalaman Farah Savira di DPRD DKI Jakarta menjadi bekal untuk menjalankan amanah barunya di tingkat partai. “Selamat dan sukses kepada Farah Savira atas amanah baru sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jakarta Selatan Periode 2025–2030,” tulis Fahira.

Fahira menilai pengalaman Farah Savira sebagai anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta dapat menjadi bekal untuk membawa semangat baru, memperkuat konsolidasi, dan menghadirkan kerja yang manfaatnya dirasakan langsung oleh warga Jakarta Selatan.

Ia juga berharap kepemimpinan Farah Savira dapat memperluas ruang kolaborasi dan membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, terutama dalam bidang sosial, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, kesehatan, ekonomi warga, serta persoalan yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat.

“Jakarta membutuhkan semakin banyak ruang kolaborasi. Karena itu, semoga kepemimpinan baru ini juga mampu membangun komunikasi dan sinergi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat,” harapnya.

Baca Juga  Dunia Politik sebagai Jalan Pengabdian, Bukan Sekadar Kursi Kekuasaan

Siapa Farah Savira?

Farah Savira merupakan politisi muda asal Jakarta yang memiliki perhatian pada sejumlah persoalan masyarakat. Dalam profil resminya, ia menyebut isu perempuan, lingkungan, kepemudaan, ekonomi, dan budaya sebagai bidang yang menjadi perhatiannya.

Ia menempuh pendidikan sarjana di Indiana University Bloomington, Amerika Serikat. Selama berada di kampus tersebut, ia mempelajari bidang sosial dan ekonomi. Pendidikan itu turut membentuk pandangannya terhadap persoalan masyarakat Indonesia, terutama yang berkaitan dengan kehidupan warga Jakarta.

Setelah kembali ke Jakarta, Farah Savira mulai aktif dalam kegiatan sosial dan ekonomi di tingkat lokal. Ia juga terlibat dalam sejumlah inisiatif yang ditujukan untuk membantu masyarakat, termasuk kelompok yang kurang mampu. Pemberdayaan perempuan menjadi salah satu perhatian yang ia bawa dalam aktivitasnya.

Dalam profil politiknya, Farah Savira mencantumkan keinginan untuk memperjuangkan hak dasar masyarakat melalui posisinya sebagai anggota DPRD. Ia juga menaruh perhatian pada pendidikan, pelayanan publik, kesempatan kerja, serta peningkatan kesejahteraan warga Jakarta.

Visi Farah Savira juga mencakup penguatan ekonomi warga melalui kewirausahaan dan UMKM. Ia mendorong adanya pelatihan usaha serta pendampingan bisnis yang disesuaikan dengan potensi masyarakat dan seni budaya lokal.

Baca Juga  Astrid Kuya Ajak IMM Ikut Berperan Aktif Atasi Masalah Kesehatan di Jakarta

Di bidang pendidikan, Farah Savira menaruh perhatian pada bantuan sekolah bagi masyarakat tidak mampu, fasilitas pendidikan, dan kesejahteraan guru. Sementara dalam sektor kesehatan, ia mendorong peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan serta pembaruan peralatan di puskesmas.

Farah Savira juga memasukkan pelatihan kerja sebagai bagian dari agenda yang ingin diperjuangkan. Ia mendorong keberadaan lembaga pelatihan kerja di setiap kelurahan serta peningkatan pelatihan berbasis teknologi informasi agar warga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Kini, Farah Savira tidak hanya menjalankan tugas sebagai anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta. Di usia 30 tahun, ia juga mendapat tanggung jawab memimpin struktur Partai Golkar di Jakarta Selatan untuk periode lima tahun ke depan.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki