Konflik Houthi-Arab Saudi Memanas, PBB Khawatir Jalur Dagang Dunia Terganggu

konflik arab saudi yaman

MAKLUMAT — Konflik Houthi-Arab Saudi memanas dan mulai menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur perdagangan internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan eskalasi konflik di sekitar Yaman dan Laut Merah dapat berdampak lebih luas jika mengganggu jalur pelayaran penting kawasan tersebut.

Peringatan itu disampaikan Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Timur Tengah, Khaled Khiari, dalam pengarahan kepada Dewan Keamanan PBB.

Khiari menyoroti meningkatnya ketegangan di sekitar Yaman, termasuk aktivitas kelompok Houthi dan serangan lintas batas ke wilayah Arab Saudi.

“Yaman dan kawasan yang lebih luas tidak mampu menanggung siklus eskalasi lainnya,” kata Khaled Khiari dikutip, (Kamis (17/9/2026)

Serangan Houthi ke Arab Saudi Meningkat

Kekhawatiran PBB muncul setelah serangkaian serangan yang dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Arab Saudi.

Pada 14 September, serangan dilaporkan menyasar Abha, Khamis Mushait dan Taif. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan 13 orang terluka serta merusak sejumlah rumah.

Sebelumnya, serangan pada 8 September di Abha, Khamis Mushait, Jizan dan Najran juga dilaporkan menyebabkan puluhan warga sipil terluka.

PBB mengecam serangan lintas batas terhadap warga sipil dan infrastruktur energi. Organisasi tersebut juga menyerukan semua pihak menahan diri agar konflik tidak berkembang menjadi eskalasi yang lebih luas.

Baca Juga  Iran dalam Sorotan Dunia: Geopolitik, Realita, dan Dampak Terhadap Diaspora Indonesia

Jalur Laut Merah Jadi Perhatian

Persoalan yang menjadi perhatian PBB bukan hanya serangan ke wilayah Arab Saudi, tetapi juga potensi dampaknya terhadap keamanan pelayaran di Laut Merah.

Di kawasan tersebut terdapat Selat Bab al-Mandab, jalur laut yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden, di antara Yaman dan kawasan Tanduk Afrika.

Selat ini merupakan salah satu jalur strategis yang digunakan kapal-kapal dalam perdagangan antara Asia, Timur Tengah dan Eropa.

Peningkatan aktivitas militer di sekitar kawasan tersebut dapat menambah risiko bagi pelayaran. Namun, hingga saat ini lalu lintas kapal di jalur tersebut masih berlangsung.

Data pelayaran yang dilaporkan Reuters menunjukkan kapal masih melintas di kawasan Bab al-Mandab, meski situasi keamanan terus dipantau.

Ancaman ke Perdagangan dan Energi

Jika konflik sampai mengganggu keamanan pelayaran, dampaknya tidak hanya dirasakan negara-negara yang terlibat langsung.

Perusahaan pelayaran dapat memilih rute alternatif yang lebih jauh untuk menghindari kawasan berisiko. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan waktu tempuh dan biaya pengiriman.

Dampaknya juga dapat merembet pada rantai pasok, termasuk perdagangan energi dan berbagai komoditas yang dikirim melalui jalur laut.

Karena itu, PBB menekankan pentingnya menjaga kebebasan navigasi dan mencegah konflik semakin meluas.

Baca Juga  Tiba di Moskow, Menteri Luar Negeri Iran Minta Bantuan Putin?

PBB Soroti Risiko Konflik Meluas

Khaled Khiari juga menyoroti perkembangan situasi di sepanjang pantai barat Yaman. Menurut keterangan PBB, pertempuran meningkat dan kelompok Houthi dilaporkan bergerak menuju kawasan strategis di dekat jalur pelayaran.

PBB juga mencatat adanya laporan mengenai serangan terhadap sejumlah wilayah Arab Saudi serta dampaknya terhadap warga sipil.

Situasi tersebut membuat konflik Houthi-Arab Saudi tidak lagi hanya menjadi persoalan keamanan regional, tetapi berpotensi memengaruhi jalur perdagangan yang digunakan banyak negara.

Konflik Regional Bisa Berdampak Global

Konflik Houthi-Arab Saudi menunjukkan bagaimana ketegangan di satu kawasan dapat berdampak jauh di luar wilayah konflik.

Kuncinya bukan hanya pada serangan antara kedua pihak, tetapi juga apakah eskalasi tersebut sampai mengganggu jalur kapal di Laut Merah.

Jika jalur pelayaran tetap terbuka, dampaknya terhadap perdagangan global masih dapat dikelola. Namun, semakin tinggi risiko keamanan, semakin besar pula kemungkinan perusahaan pelayaran mengambil langkah pengamanan atau mengubah rute.

Karena itu, perkembangan konflik di Yaman dan Laut Merah menjadi perhatian internasional, terutama karena kawasan tersebut merupakan salah satu jalur penting perdagangan dunia.