Lilik Hendarwati Dorong Perempuan Berani Demo di Indrapura

lilik

MAKLUMAT — Anggota DPRD Jawa Timur Lilik Hendarwati mendorong perempuan berani menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil rakyat, termasuk melalui aksi demonstrasi di Gedung DPRD Jawa Timur, Indrapura, Surabaya.

Hal itu ia sampaikan dalam Sekolah Politik Perempuan yang diadakan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur pada Ahad (27/9/2026) di Amaris Hotel Darmo Surabaya.

“Apakah ibu-ibu hanya harus diam saja? Kadang saya kepikiran, ibu-ibu ini juga harus demo,” katanya.

Menurut Lilik, keberadaan wakil rakyat tidak berarti masyarakat harus berhenti menyampaikan tuntutan. Ia mengatakan perempuan dapat mendatangi Gedung DPRD Jawa Timur di Indrapura untuk menyampaikan aspirasi dan mendesak wakil rakyat agar segera merespons persoalan yang mereka hadapi.

“Loh, bukannya kita punya wakil rakyat? Ya, tapi wakil itu harus kita desak untuk cepat bergerak. Kadang demo efektif untuk hal itu,” ujarnya.

Lilik menjelaskan banyak persoalan yang dekat dengan kehidupan perempuan berkaitan dengan kebijakan publik. Harga bahan pokok, kesejahteraan keluarga, perlindungan perempuan, hingga persoalan UMKM merupakan hal yang terdampak oleh keputusan pemerintah.

“Kebijakan publik itu menentukan bagaimana anak kita sekolah, bagaimana keluarga kita bertahan, bagaimana UMKM tumbuh, bagaimana perempuan dilindungi, dan bagaimana anggaran negara dibelanjakan,” jelasnya.

Baca Juga  Laporan Banggar DPRD Jatim terhadap Raperda APBD 2026, PAD Turun Rp1,96 Triliun Dibanding Proyeksi Nota Keuangan Gubernur

Karena itu, Lilik mengajak perempuan tidak hanya menjadi penerima kebijakan. Perempuan perlu hadir sebagai pihak yang menggagas, mengawal, dan mengawasi kebijakan yang berdampak pada kehidupan masyarakat.

Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam politik tidak harus selalu melalui lembaga legislatif. Perempuan dapat mengambil peran di komunitas, organisasi, maupun ruang publik lain sesuai kapasitas masing-masing.

“Apa pun yang kita perjuangkan di ruang publik, maka hal itu politik. Kita harus berani hadir di sana,” katanya.

Lilik juga mengingatkan perempuan agar tidak menjalankan perjuangan seorang diri. Keragaman peran dan latar belakang dapat digunakan untuk membangun kerja bersama dalam memperjuangkan kepentingan yang sama.

“Jangan berjuang sendirian, kuncinya itu. Kita harus memanfaatkan keberagaman kita. Maka penting bagaimana agar dapat bersinergi untuk satu tujuan yang sama,” ujarnya.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki