Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Mulai Masuk Asrama 10 April 2027

jemaah haji

MAKLUMAT– Jadwal haji reguler 2027 resmi ditetapkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), dengan jemaah mulai masuk asrama pada 10 April 2027. Pemberangkatan ke Arab Saudi dimulai sehari setelahnya, sedangkan puncak ibadah haji berupa wukuf di Arafah dijadwalkan berlangsung pada 15 Mei 2027.

Sekretaris Jenderal Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho, mengatakan rencana perjalanan haji 1448 Hijriah/2027 menjadi pedoman bagi seluruh pihak dalam mempersiapkan keberangkatan, pelayanan selama di Arab Saudi, hingga pemulangan jemaah ke Tanah Air.

“Jadwal perjalanan ini menjadi pedoman bagi seluruh pihak untuk menyelaraskan perencanaan, mobilisasi, dan pelayanan jamaah, sehingga setiap tahapan dapat berjalan tertib,” ujar Teguh di Jakarta, Jumat (23/10/2026).

Rencana perjalanan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Pelayanan Haji Nomor 26 Tahun 2026 tentang Rencana Perjalanan Haji Tahun 1448 H/2027. Keputusan itu ditetapkan di Jakarta pada 29 September 2026.

Pemberangkatan Haji Dimulai 11 April 2027

Kemenhaj membagi pemberangkatan jemaah haji reguler ke Arab Saudi dalam dua gelombang. Gelombang pertama berangkat menuju Madinah mulai 11 April 2027, sedangkan gelombang kedua menuju Jeddah dimulai pada 26 April 2027.

Masa operasional pemberangkatan berlangsung selama 30 hari, dengan masing-masing gelombang berjalan selama 15 hari.

Baca Juga  Haji 2027 Wajib Fullboard, Indonesia Tak Bisa Pesan Hotel dan Katering Sendiri

Pemberangkatan gelombang pertama berakhir pada 25 April 2027. Sementara itu, gelombang kedua dijadwalkan berakhir pada 10 Mei 2027.

Jadwal tersebut menjadi acuan bagi penyelenggara haji untuk mengatur mobilisasi jemaah, kesiapan asrama, layanan embarkasi, serta koordinasi perjalanan menuju Arab Saudi.

Wukuf di Arafah Dijadwalkan 15 Mei 2027

Setelah menjalani rangkaian ibadah di Mekkah, jemaah dijadwalkan bergerak menuju Arafah pada 14 Mei 2027. Selanjutnya, wukuf di Arafah berlangsung pada 15 Mei 2027.

Rangkaian tersebut dilanjutkan dengan Iduladha pada 16 Mei 2027 dan hari-hari Tasyrik pada 17–19 Mei 2027.

Jadwal ini menjadi salah satu bagian terpenting dalam rencana perjalanan haji karena berkaitan langsung dengan pelaksanaan puncak ibadah. Kemenhaj perlu memastikan kesiapan transportasi, pergerakan jemaah, dan koordinasi layanan di setiap tahapan.

Pemulangan Jemaah Dimulai 21 Mei 2027

Kemenhaj juga menetapkan jadwal pemulangan jemaah haji reguler ke Indonesia dalam dua gelombang.

Pemulangan gelombang pertama dimulai pada 21 Mei 2027. Jemaah berangkat dari Mekkah melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah menuju Tanah Air. Kedatangan gelombang pertama di Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei hingga 4 Juni 2027.

Baca Juga  Jemaah Haji Menuju Wukuf di Arafah: Menag Serukan Kesucian dan Doa untuk Bangsa

Sementara itu, pemulangan gelombang kedua dimulai pada 5 Juni 2027. Jemaah dari Madinah akan menggunakan Bandara Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz untuk kembali ke Indonesia.

Kedatangan jemaah gelombang kedua dijadwalkan berlangsung pada 5–20 Juni 2027. Seperti masa pemberangkatan, operasional pemulangan berlangsung selama 30 hari, dengan masing-masing gelombang mendapatkan alokasi waktu 15 hari.

Masa Tinggal Jemaah di Arab Saudi 38–40 Hari

Dalam keputusan tersebut, Kemenhaj menetapkan rata-rata masa tinggal jemaah haji reguler di Arab Saudi selama 38–40 hari.

Penyusunan jadwal mengacu pada kalender Ummul Quro yang digunakan di Arab Saudi. Rencana perjalanan itu mencakup kalender kegiatan ibadah, masa operasional pemberangkatan, pemulangan, serta perkiraan masa tinggal jemaah.

Teguh menegaskan kepastian jadwal harus diikuti kesiapan operasional seluruh unsur penyelenggara. Menurutnya, koordinasi antarsatuan kerja dan pihak terkait menjadi kunci agar pelayanan jemaah berjalan terencana.

“Setiap proses harus dipersiapkan dengan cermat, karena menyangkut perjalanan ibadah dan keselamatan jamaah,” tegasnya.

Penetapan jadwal ini memberikan acuan bagi unit kerja Kemenhaj dan pihak terkait untuk mempersiapkan layanan sejak jemaah berada di Tanah Air, selama menjalankan ibadah di Arab Saudi, hingga kembali ke Indonesia.

Baca Juga  Terik Menyengat, Jamaah Haji Padati Mina untuk Hari Tarwiyah

Meski demikian, jadwal tersebut dapat disesuaikan apabila terdapat perubahan penetapan tanggal Hijriah atau jadwal penyelenggaraan ibadah haji oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang berdampak pada rencana perjalanan.

Dengan jadwal yang telah ditetapkan, persiapan haji reguler 2027 diharapkan berjalan lebih terkoordinasi. Fokus berikutnya adalah memastikan seluruh tahapan terlaksana tepat waktu, dengan pelayanan yang tertib dan mengutamakan keselamatan jemaah.