21.5 C
Malang
Minggu, Mei 26, 2024
KilasAbdul Mu'ti: Presidential Club Mengakhiri Praktik Politik Bumi Hangus

Abdul Mu’ti: Presidential Club Mengakhiri Praktik Politik Bumi Hangus

Sekum PP Muhammadiyah Prof KH Abdul Mu’ti

SEKRETARIS Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof KH Abdul Mu’ti menyampaikan pendapatnya soal gagasan presidential club yang dicetuskan oleh Presiden terpilih pada Pilpres 2024, Prabowo Subianto.

Melalui akun media sosial (medsos) X (dulu Twitter) pribadinya @abe_mukti, Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyebut gagasan Prabowo sebagai tradisi kenegaraan baru. Sehingga, ide tersebut layak didukung dan diapresiasi.

“Gagasan presiden terpilih @Prabowo tentang Presidential Club patut didukung dan diapresiasi. Selain merupakan forum silaturrahim para mantan presiden juga merupakan tradisi kenegaraan baru yg mengakhiri kecenderungan yg selama ini terjadi di antara para mantan presiden dan wapres,” tulisnya, Selasa (7/5/2024).

Prof Mu’ti —panggilan akrabnya, menjelaskan soal kecenderungan dan fenomena politik yang selama ini terjadi dalam politik dan pemerintahan di Indonesia. Dia menyebutnya dengan istilah ‘politik bumi hangus’, yang berimbas pada diskontinuitas program dan pembangunan Indonesia.

“Selama ini, ada fenomena politik ‘bumi hangus’ di mana capaian dan legasi presiden incumbent tidak dilanjutkan oleh presiden berikutnya. Akibat dari politik ‘bumi hangus’ itu tidak hanya terjadi diskontinuitas tetapi juga rivalitas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Prof Mu’ti berharap agar gagasan presidential club itu bisa terwujud, sekaligus menjadi model dan teladan kepemimpinan ke bawah. Meski, kata dia, para tokoh alias mantan-mantan presiden RI terdahulu tentu harus berjiwa besar dan terbuka untuk menerima, serta mendahulukan kepentingan bangsa dan negara.

“Presidential Club dapat terwujud apabila para tokoh berjiwa besar dan terbuka serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas persoalan personal dan perbedaan visi politik,” katanya.

“Jika terwujud, presidential Club dapat menjadi model dan teladan kepemimpinan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan desa,” imbuh Prof Mu’ti.

Sebelumnya, Juru bicara (jubir) Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak menyebutnya dengan istilah presidential club, yang bermaksud untuk menjalin silaturrahim dan komunikasi antara Prabowo dengan para presiden terdahulu.

Dahnil menjelaskan, Prabowo ingin melibatkan para mantan presiden RI dari masa ke masa untuk berdiskusi dan bertukar pikiran dalam perumusan kebijakan strategis untuk memajukan Indonesia.

“Presidential Club itu istilah saya saja, bukan institusi. Esensinya Pak Prabowo ingin para mantan presiden bisa tetap rutin bertemu dan berdiskusi tentang masalah-masalah strategis kebangsaan. Sehingga terjaga silaturrahim kebangsaannya dan menjadi teladan bagi kita semua,” ujarnya pada Jumat (3/5/2024) lalu.

Gagasan tersebut, mendapatkan banyak respons positif dari sejumlah pihak, baik para partai politik (parpol), pengamat, hingga Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta ormas keagamaan seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) yang menyambut antusias.

Reporter: Ubay NA

Editor: Aan Hariyanto 

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer