21.5 C
Malang
Minggu, Mei 26, 2024
KilasKutuk Agresi Zionis Israel, Ratusan PTMA Se-Indonesia Aksi Bela Palestina

Kutuk Agresi Zionis Israel, Ratusan PTMA Se-Indonesia Aksi Bela Palestina

Aksi Bela Palestina di Halaman Kampus Umsida

SEBANYAK 172 Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA) se-Indonesia serentak menggelar Aksi Bela Palestina di sejumlah titik di wilayahnya masing-masing, Selasa (7/5/2024). Aksi tersebut dilakukan menyikapi agresi militer Zionis Israel terhadap Palestina yang menyebabkan puluhan ribu korban jiwa.

Aksi Bela Palestina terpantau dilakukan di masing-masing kampus PTMA se-Indonesia, termasuk di sejumlah PTMA di Jawa Timur, seperti Kota Surabaya, Sidoarjo, Lamongan, Gresik, Ponorogo, Jember, dan lain sebagainya.

Melalui aksi tersebut, Forum Rektor (FR) PTMA menjelaskan bahwa konflik Israel-Palestina telah berlangsung nyaris seabad lamanya dan tidak berujung. Hal itu tidak lepas dari misi Zionis Israel untuk menganeksasi dan menguasai tanah Palestina. Selama itu pula, Zionis melakukan serangan, penindasan, pengusiran dan pembunuhan terhadap rakyat Palestina.

“Sejak 7 Oktober 2023 hingga saat ini, agresi dan serangan militer Israel terhadap warga Palestina merupakan serangan yang paling keji, biadab, dan brutal dalam sejarah konflik Israel dan Palestina. Korban terbunuh telah mencapai hampir 35.000 orang dan terluka mencapai lebih dari 77.867 orang, yang sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak,” bunyi pers rilis dan penyataan sikap yang ditandatangani oleh Ketua Umum FR PTMA Prof Gunawan Budiyanto dan Sekretaris Umum FR PTMA Prof Ma’mun Murod Al-Barbasy, Selasa (7/5/2024).

“Bahkan saat ini, sebagian besar jalur Gaza telah menjadi puing-puing. Pasokan makanan dan bantuan kemanusiaan ke Palestina diawasi dan dibatasi secara ketat oleh tentara Israel, sehingga kelaparan menjadi pemandangan yang sangat memilukan,” lanjutnya.

FR PTMA juga menyorot perihal tindakan pembiaran terhadap konflik Israel-Palestina yang dilakukan sejumlah negara, serta dukungan-dukungan dari Inggris, Prancis, Jerman, hingga Amerika Serikat (AS) terhadap Israel dalam mengagresi tanah Palestina.

Melalui Aksi Bela Palestina serentak di 172 PTMA se-Indonesia tersebut, FR PTMA menyatakan sikapnya dalam 10 butir tuntutan (dasasila).

Pertama, PTMA se-Indonesia, yang tergabung dalam Forum Rektor PTMA mengutuk keras Israel atas agresi dan serangan militer yang sangat tidak proporsional, penangkapan massal terhadap warga sipil Palestina, perusakan berbagai fasilitas umum, utamanya fasilitas kesehatan, serta blokade bantuan kemanusiaan.

Kedua, mengapresiasi sebesar-besarnya dukungan mahasiswa, dosen, dan guru besar di seluruh dunia yang sudah berani menyuarakan hati nurani dan akal sehatnya menolak kejahatan genosida Israel dan mendukung kemerdekaan Palestina.

Ketiga, mengecam keras sikap Amerika Serikat, Prancis, Inggris, Jerman, dan negara- negara serta pihak-pihak lainnya yang terus memberikan dukungan dan bantuan terhadap Israel dalam agresi dan penyerangan terhadap Palestina.

Keempat, meminta Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memaksa dan memfasilitasi perundingan dan gencatan senjata Israel dan Palestina.

Kelima, mendukung Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) mengadili Benjamin Netanyahu dan tokoh-tokoh Israel lainnya yang terlibat dalam genosida warga Palestina.

Keenam, mengecam Organisasi Kerja Sama Islam, Rabithah Alam Islami, dan negara- negara Arab yang bersikap lemah dan cenderung membiarkan Israel secara leluasa melakukan penyerangan dan pembunuhan hanya untuk kepentingan dalam negeri mereka sendiri.

Ketujuh, mengapresiasi atas konsistensi dan keberanian Menteri Luar Negeri RI dalam berbagai forum dunia untuk terus membela dan memperjuangkan kemerdekaan Palestina, menolak kejahatan Israel, serta mengkritik keras kemunafikan Barat dalam kasus konflik Israel-Palestina.

Kedelapan, meminta kepada Pemerintah Indonesia, untuk tidak berpikir sedikit pun dan apalagi melakukan langkah-langkah politik untuk membuka hubungan diplomatik dengan negara agresor dan pelaku genocide, Israel.

Kesembilan, atas nama hak asasi manusia dan amanat Konstitusi Republik Indonesia yang menegaskan bahwa segala bentuk penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan prikeadilan, serta aspek historis relasi Palestina dan Indonesia melalui Prof. Kahar Muzakir (Muhammadiyah), kami meminta agar Pemerintah Indonesia memperkuat jalinan diplomasi dengan negara-negara lain untuk mewujudkan lahirnya negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Kesepuluh, mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk terus memberikan perhatian serius terhadap perkembangan konflik Israel dan Palestina, dengan terus memberikan bantuan moral, material, dan spiritual terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Sekretaris Umum FR PTMA Prof Ma’mun Murod Al-Barbasy berharap melalui aksi yang digelar PTMA se-Indonesia, serta sejumlah gerakan para akademisi dan aktivis di sejumlah negara dapat membuka jalan penyelesaian atas konflik Israel-Palestina.

“Dan tentu terus mendukung dan mengupayakan kemerdekaan Palestina sebagai negara yang berdaulat,” tandas pria yang menjabat Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) tersebut.

Reporter: Ubay NA 

Editor: Aan Hariyanto 

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer