MAKLUMAT — Akademisi Universitas Brawijaya (UB), Maulina Pia Wulandari PhD menyoroti penggunaan foto selebritis tanpa izin untuk konten digital institusi pendidikan.
Melalui akun Instagram pribadinya @maulinawulandari_phd pada Rabu (1/4/2026), ia memperingatkan bahwa foto selebritis tidak bisa dianggap sebagai materi promosi gratis untuk kepentingan kampus.
“Dear sahabat Humas perguruan tinggi negeri. Foto selebritis bukan materi promosi gratis,” ujarnya.
Hal itu ia sampaikan setelah sejumlah akun sosial media milik kampus negeri menggunakan foto selebritis untuk konten ucapan selamat datang kepada para calon mahasiswa baru yang lolos Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2026.
Maulina memaparkan bahwa penggunaan foto artis tanpa izin adalah praktik yang bertentangan dengan Digital Public Relations. Dalam situasi tertentu, hal ini bisa menimbulkan masalah hukum sekaligus membahayakan reputasi institusi.
“Dalam konteks tertentu, hal ini juga dapat berpotensi menimbulkan persoalan hukum dan risiko reputasi bagi institusi. Kampus seharusnya menjadi teladan etika komunikasi digital,” jelasnya.
Sejumlah netizen memberikan tanggapan terhadap pernyataan Maulina. Mereka menilai praktik penggunaan foto selebritis tanpa izin di konten kampus sebagai hal yang miris.
Beberapa netizen menyoroti bahwa lingkungan pendidikan seharusnya tidak menormalisasi tindakan yang tidak etis. Netizen lainnya menyampaikan apresiasi atas respons cepat Maulina.
Mereka menekankan bahwa institusi pendidikan seharusnya memberi contoh dalam praktik komunikasi yang etis, bukan sekadar mengikuti tren atau popularitas di media sosial.














