Anggota DPR Dorong Pemerintah Terapkan WFH Sektoral dan Perkuat Diplomasi Sektor Energi

Anggota Komisi XII DPR RI, Meitri Citra Wardani. (Foto: DPR RI)

MAKLUMAT — Anggota Komisi XII DPR RI Meitri Citra Wardani menyoroti eskalasi konflik di kawasan Asia Barat, yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global dan lonjakan harga minyak mentah dunia.

Meitri mendorong pemerintah mengambil langkah mitigasi berlapis, baik dari sisi domestik maupun internasional, termasuk mendorong penerapan kebijakan work from home (WFH) secara proporsional.

Ia menilai, pengendalian konsumsi energi di dalam negeri menjadi krusial di tengah ancaman pembengkakan subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

“Jika harga minyak dunia melonjak hingga menembus US$ 200 per barel akibat eskalasi konflik, maka setiap kenaikan US$ 1 per barel akan menambah beban fiskal yang sangat besar,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/3/2026).

“Kita berhadapan dengan potensi pembengkakan subsidi BBM antara Rp 884 triliun hingga Rp 1.300 triliun. Ini ancaman serius bagi ketahanan APBN kita,” sambung Meitri.

Meski begitu, Meitri menjelaskan bahwa kebijakan WFH tidak dimaksudkan untuk menghambat aktivitas ekonomi, melainkan sebagai strategi efisiensi konsumsi energi. Menurutnya, penerapan WFH dapat difokuskan pada sektor yang adaptif terhadap kerja jarak jauh, seperti administrasi pemerintahan non-pelayanan publik, sektor jasa, perkantoran swasta, keuangan, hingga teknologi informasi.

Baca Juga  Banyak Makan Korban, Anggota DPR Minta Pemerintah Tetapkan Judi Online Jadi Darurat Nasional

Sementara itu, sektor esensial seperti kesehatan, logistik, manufaktur, dan energi tetap harus berjalan normal. Dengan skema tersebut, Meitri memperkirakan mobilitas harian jutaan komuter dapat ditekan, sehingga konsumsi bahan bakar minyak, baik subsidi maupun non-subsidi, berpotensi turun hingga 20 persen.

“Penghematan ini dapat menjadi bantalan fiskal yang efektif agar keuangan negara tidak terbebani secara berlebihan,” jelas politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Lebih jauh, selain strategi domestik, Meitri juga menyoroti pentingnya langkah diplomasi energi untuk menjaga stabilitas pasokan. Ia mengingatkan kerentanan jalur distribusi minyak global, khususnya di Selat Hormuz, yang menjadi salah satu titik krusial dalam rantai pasok energi internasional.

Untuk itu, ia mendorong pemerintah memperkuat komunikasi dan lobi strategis dengan Iran guna memastikan keamanan armada kapal energi Indonesia yang melintasi kawasan tersebut.

Menurut dia, kesamaan sikap geopolitik antara Indonesia dan Iran, khususnya terkait dukungan terhadap kemerdekaan Palestina, dapat menjadi modal diplomatik yang kuat untuk membangun kepercayaan dan menjamin kelancaran pasokan energi.

“Iran menghargai negara-negara yang konsisten dalam sikap politik internasional. Posisi Indonesia dalam mendukung Palestina bisa menjadi leverage untuk membangun mutual trust, sehingga kepentingan energi Indonesia tetap terlindungi,” tandasnya.

Baca Juga  Anggota DPR Kritik Pemblokiran Rekening Dormant: Terlalu Jauh Masuk ke Ranah Pribadi

Meitri menegaskan, kombinasi antara langkah efisiensi di dalam negeri dan diplomasi energi di luar negeri menjadi kunci dalam menjaga ketahanan fiskal negara di tengah dinamika global yang tidak menentu.

“Kami mendukung pemerintah untuk memperkuat lobi strategis ke Iran sekaligus mengambil kebijakan penghematan seperti WFH sektoral guna merespons tekanan global yang berdampak langsung pada kondisi dalam negeri,” pungkasnya.