Arif Budiman di Wisuda SMK Mutia Ngoro: Jangan Takut Bermimpi, Siapkan Diri Jadi Generasi Emas 2045

MAKLUMAT — SMK Muhammadiyah 3 (Mutia) Ngoro, Mojokerto menggelar Purnawiyata Angkatan XI Tahun Ajaran 2025–2026 di Aston Sidoarjo City Hotel & Conference Center, Sabtu (27/6/2026). Suasana haru mewarnai prosesi kelulusan para siswa. Tangis bahagia tampak menghiasi wajah wisudawan yang telah menyelesaikan pendidikan mereka.

Pada tahun ini, SMK Mutia Ngoro meluluskan 316 siswa dari empat program keahlian, yakni Teknik Mekanik Industri, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Elektronika Industri, dan Multimedia. Purnawiyata kali ini mengusung tema “Reach Your Dream, The Future Awaits”.

Kepala SMK Mutia Ngoro, Ednan Rudianto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru, dan orang tua yang telah bersama-sama mengantarkan para lulusan hingga menyelesaikan pendidikan di jenjang sekolah menengah kejuruan.

“Kelulusan ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk memasuki dunia yang lebih luas, baik di dunia kerja, perguruan tinggi, maupun berwirausaha,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Komisaris Utama PT PLN Indonesia Power Arif Budiman hadir sebagai pembicara dan memberikan motivasi kepada para lulusan. Ia mengingatkan pentingnya memiliki mimpi besar serta keberanian untuk mewujudkannya.

“Reach your dreams and the future is yours. Jika kamu mampu meraih mimpimu, maka masa depan adalah milikmu. Namun pertanyaan pertama, siapa yang sudah memiliki mimpi?” tanya Arif kepada para lulusan.

Baca Juga  Luluskan 1.083 Wisudawan, Rektor Umsida Sampaikan Sejumlah Pencapaian

Mantan Ketua KPU RI itu menuturkan bahwa Indonesia memiliki cita-cita besar untuk mewujudkan Generasi Emas 2045. Saat ini para lulusan SMK Mutia rata-rata berusia 19 tahun. Pada tahun 2045, usia mereka akan mencapai sekitar 38 tahun, usia yang dinilai sangat potensial untuk menduduki berbagai posisi strategis di Indonesia.

“Pada usia tersebut, kalian berpeluang menduduki berbagai posisi strategis di Indonesia, baik di pemerintahan, sektor swasta, dunia bisnis, industri kreatif, maupun bidang lainnya,” tuturnya.

Arif menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi syarat utama untuk meraih peluang tersebut. Menurutnya, kualitas SDM akan menentukan masa depan sekaligus daya saing bangsa. Karena itu, proses membangun kualitas diri harus dimulai sejak sekarang.

Ia juga mengingatkan bahwa dunia berubah jauh lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Karena itu, generasi muda tidak boleh terlena dan hanya bersantai.

“Bisa jadi laju perubahan dunia jauh lebih cepat daripada kemampuan kita untuk mengikuti perubahan tersebut. Jika tidak siap, kita akan tergilas oleh roda perubahan,” katanya.

Menurut Arif, agar tidak tertinggal, setiap individu harus bergerak mengikuti perubahan. Bahkan, jika mampu bergerak lebih cepat, seseorang dapat menjadi bagian dari mereka yang memimpin perubahan.

Baca Juga  Gelar Seminar Internasional, SMK Mutia Hadirkan Pemateri dari Malaysia

Ia mencontohkan perkembangan teknologi yang terjadi sepanjang hidupnya. Saat masih muda, akses internet masih lambat dan sering terputus. Kini hampir setiap orang memiliki telepon pintar yang dilengkapi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI).

“Perubahan terbesar sebenarnya bukan terletak pada teknologinya, melainkan pada kecepatan perubahan itu sendiri. Karena itu, kita harus siap menghadapinya,” ungkapnya.

Arif menyebut kemampuan yang paling penting untuk menghadapi masa depan adalah kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. Ketika dunia berubah, generasi muda harus siap menyesuaikan diri dan tidak takut menghadapi tantangan baru.

“Ketika dunia berubah, jangan bingung dan bertanya, ‘Bagaimana caranya?’ Sebaliknya, siapkan diri untuk ikut berubah. Oleh karena itu, kemampuan belajar dan beradaptasi menjadi kunci utama untuk meraih kesuksesan di masa depan,” tegasnya.

Selain kemampuan akademik dan keterampilan, Arif menekankan pentingnya nilai-nilai karakter dalam kehidupan. Integritas, menurutnya, harus menjadi fondasi utama. “Jangan suka berbohong, jangan mengambil hak orang lain, dan biasakan hidup disiplin,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama tim (teamwork). Menurutnya, tidak ada persoalan besar yang dapat diselesaikan seorang diri. Karena itu, kemampuan bekerja sama menjadi bekal yang sangat penting dalam dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga  Ratusan Siswa di Mojokerto Diduga Keracunan MBG, Sumardi DPRD Jatim Desak Evaluasi SPPG

Selain itu, keterampilan (skill) harus diimbangi dengan karakter yang kuat, rasa tanggung jawab, serta etika yang baik. Generasi muda perlu menjaga sikap santun, menghargai orang lain, dan menunjukkan perilaku positif dalam setiap kesempatan.

“Pada akhirnya, masa depan bukan hanya ditentukan oleh seberapa pintar seseorang, tetapi juga oleh seberapa baik karakter, integritas, kemampuan bekerja sama, serta kemauannya untuk terus belajar dan beradaptasi menghadapi perubahan,” tandasnya.

Purnawiyata Angkatan XI SMK Mutia Ngoro berlangsung khidmat dengan rangkaian prosesi pengalungan medali, penyerahan penghargaan kepada siswa berprestasi, serta penampilan seni dari para siswa.