MAKLUMAT — Wakil Ketua Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Dr Bibit Mulyana menilai kualitas pendidikan di Indonesia masih tertinggal jika dibandingkan dengan sejumlah negara maju.
“Jika diperbandingkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan negara-negara luar, sebut saja lah Singapura, Korea Selatan, Finlandia, apalagi negara-negara Eropa, kita memang tertinggal,” ujarnya kepada wartawan Maklumat.id saat ditemui di Studio Podcast SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya, Selasa (5/4/2026).
Meski demikian, ia meyakini upaya peningkatan kualitas pendidikan terus berjalan dan menunjukkan arah positif. Pemerintah dinilai telah mendorong berbagai kebijakan strategis, mulai dari peningkatan anggaran pendidikan hingga penguatan kualitas sumber daya manusia.
“Tetapi saya berkeyakinan bahwa pelan, tapi pasti dengan kerja kerasnya Bapak Menteri kita, Bapak Abdul Mu’ti, bersama jajaran pendidikan, saya berkeyakinan Indonesia akan mampu mengejar ketertinggalan itu sendiri,” katanya.
Ia menjelaskan, berbagai program peningkatan kapasitas tenaga pendidik juga terus digencarkan. Pelatihan bagi guru dan kepala sekolah dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperbaiki mutu pembelajaran di sekolah.
“Sekarang yang namanya pelatihan untuk guru, untuk kepala sekolah, hampir setiap hari itu dilakukan oleh pemerintah. Ini dalam rangka untuk mengejar ketertinggalan itu,” jelasnya.
Di sisi lain, ia turut menyoroti fenomena digitalisasi dan penggunaan telepon genggam di lingkungan sekolah. Menurutnya, kondisi tersebut perlu terus mendapat perhatian dari berbagai pihak dalam rangka mengejar kualitas pendidikan.
“Jadi beberapa waktu yang lalu Dewan Pendidikan Kota Surabaya juga mengkritisi hal yang sama terkait dengan fenomena penggunaan HP yang ada di sekolah,” ujarnya.
Ia menambahkan, digitalisasi tetap memiliki peran penting dalam dunia pendidikan jika dimanfaatkan secara tepat. Penggunaan teknologi yang terencana dinilai dapat mendukung proses pembelajaran secara optimal.
“Tetapi memang kita tahu persis sebetulnya plus minus daripada digitalisasi itu. Selama digitalisasi ini digunakan dan diterapkan dengan cara yang benar dan baik, terencana dengan betul, maka hasilnya menjadi sangat baik,” katanya.
Namun, penggunaan gawai yang tidak terkendali masih menjadi tantangan di berbagai jenjang pendidikan. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu fokus siswa saat mengikuti kegiatan belajar di kelas.
“Yang dikhawatirkan HP akan mengganggu daripada proses dan konsentrasi belajar,” ujarnya.













