MAKLUMAT – Seluruh rumah sakit dan puskesmas di daerah Kabupaten Jember disiagakan selama libur Idulfitri. Langkah itu mengantisipasi potensi peningkatan gangguan kesehatan akibat perubahan pola makan masyarakat setelah Ramadan.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyatakan, masa peralihan seusai puasa kerap diikuti perubahan konsumsi makanan yang cukup drastis. Ia menyoroti budaya kuliner Lebaran yang dinilai berisiko terhadap kesehatan.
“Kita tahu setelah puasa ada masa peralihan. Apalagi ditambah budaya ngelencer (silaturahmi, Red) di mana hidangan banyak mengandung santan dan berbagai jenis makanan lainnya. Biasanya ini memicu peningkatan kebutuhan pelayanan kesehatan,” ujar Gus Fawait, sapaan karibnya, pada Senin (23/3/2026).
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan layanan kesehatan tetap berjalan selama periode libur panjang. Termasuk dukungan tenaga medis dan armada ambulans.
Fawait menjadwalkan peninjauan langsung ke sejumlah fasilitas kesehatan milik pemerintah. “Saya akan turun langsung ke beberapa fasilitas kesehatan untuk meninjau kesiapan. Puskesmas daerah setempat hingga rumah sakit pemerintah sudah kita siagakan total,” tegasnya.
Selain sektor kesehatan, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan kepolisian, dinas perhubungan, dan satuan polisi pamong praja untuk mengantisipasi kepadatan di sejumlah titik, termasuk kawasan wisata.
“Intinya, seluruh kewajiban pemerintah sudah direalisasikan agar masyarakat bisa lebaran dengan tersenyum dan tenang,” tandasnya. (SPT)













