Dampak Gejolak Global, Pemkot Surabaya Siapkan Langkah Kendalikan Inflasi

MAKLUMAT — Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan bahwa pihaknya sedang bergerak untuk mengantisipasi dampak gejolak geopolitik global terhadap stabilitas ekonomi daerah. Langkah ini menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran.

Situasi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi fluktuasi harga energi dunia. Ketegangan di kawasan itu juga memunculkan isu pemblokiran Selat Hormuz yang berisiko mengganggu distribusi energi internasional.

“Karena dengan Selat Hormuz yang diblokir dan semakin masifnya perang ini, kami khawatir ketika harga minyak naik otomatis akan mempengaruhi harga semua barang di Indonesia, khususnya Surabaya,” ujarnya, melansir laman resmi Pemkot Surabaya pada Jumat (6/3/2026).

Eri menyampaikan, hingga saat ini pemerintah daerah terus menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memantau perkembangan situasi global. Ia mengatakan, pemerintah pusat juga memberikan imbauan agar perjalanan luar negeri yang tidak mendesak sebaiknya ditunda sementara dengan mempertimbangkan kondisi keamanan dan dinamika internasional.

Di tingkat daerah, Pemkot Surabaya telah membahas potensi ancaman inflasi bersama berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah kota juga akan memantau perkembangan harga di pasar dalam beberapa hari ke depan untuk melihat kemungkinan kenaikan harga akibat dampak situasi global.

Baca Juga  Ortom Muhammadiyah Surabaya Bertekad Menangkan Eri-Armuji

“Yang menjadi perhatian utama kami adalah potensi dampak terhadap inflasi. Kondisi geopolitik bisa berpengaruh pada kenaikan harga bahan bakar dan kebutuhan pokok. Karena itu, kami akan memperkuat langkah-langkah pengendalian inflasi di daerah,” tegasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Surabaya akan mengintensifkan pemantauan harga di pasar serta memperkuat koordinasi dengan distributor. Pemerintah kota juga memastikan ketersediaan stok bahan pokok tetap aman agar tidak terjadi kelangkaan di masyarakat.

Selain itu, Pemkot Surabaya menyiapkan intervensi melalui program Pasar Murah guna menjaga daya beli warga apabila harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan. “Kita akan melakukan Pasar Murah. Kita juga akan menjaga inflasi agar di Surabaya tidak tinggi meskipun dengan kejadian global ini,” imbuhnya.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga terus mencermati perkembangan situasi internasional melalui koordinasi dengan pemerintah pusat. Pemerintah kota ingin memastikan dampak situasi global tidak mengganggu stabilitas ekonomi maupun ketenteraman masyarakat di Kota Pahlawan.

Pemkot Surabaya juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri terkait keberadaan warga Surabaya yang berada di luar negeri. Berdasarkan informasi yang diterima, warga negara Indonesia di wilayah terdampak, termasuk warga Surabaya, dilaporkan dalam kondisi aman.

Baca Juga  Diledek Trump, Inggris Tancap Gas Inisiasi Pertemuan 35 Negara Bahas Pembukaan Selat Hormuz

“Kepada masyarakat Surabaya, saya mengimbau agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke luar negeri yang tidak mendesak. Dengan melihat situasi saat ini, demi keamanan dan keselamatan, perjalanan tersebut bisa dijadwalkan ulang,” pungkasnya.