20.7 C
Malang
Senin, Juni 17, 2024
KilasDirektur DEEP Indonesia: Anak Muda Harus Diberi Ruang Seluas-luasnya

Direktur DEEP Indonesia: Anak Muda Harus Diberi Ruang Seluas-luasnya

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia Neni Nur Hayati.

TIGA pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) sudah resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dari ketiganya, masih didominasi oleh kalangan ‘tua’, padahal lebih dari 52 persen pemilih dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 adalah kaum muda.

Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia Neni Nur Hayati berpendapat, proses kandidasi Capres-Cawapres terlalu politis dan penuh dramaturgi, dengan berbagai bumbu-bumbu polemiknya.

“Sebetulnya kalau kita melihat proses kandidasi Capres-Cawapres hari ini cenderung politis dan penuh dramaturgi, sehingga saya kira untuk anak-anak muda hari ini, akal sehat demokrasi kita juga sedang diuji,” katanya dalam forum Dialektika tvMu, Sabtu (21/10/2023) lalu.

Menurut Neni, anak-anak muda perlu diberikan ruang yang seluas-luasnya agar tidak hanya menjadi objek dalam politik. Namun, perempuan asal Bandung, Jawa Barat itu juga menegaskan, bukan berarti atas nama anak muda lantas menghalalkan segala cara untuk meraih kekuasaan.

“Tentu untuk tampil sebagai tenda besar negara, perlu ada ruang yang seluas-luasnya bagi anak muda agar tidak hanya menjadi objek dalam politik. Tapi, jangan atas nama anak muda lantas semua cara dilakukan dan dihalalkan untuk meraih kekuasaan,” tandas Neni.

Politik, kata dia, bukan semata-mata bagaimana meraih kekuasaan atau taktik untuk merebut hati rakyat sebagai pemilik kedaulatan. “Tetapi seperti sering disampaikan oleh Pak Haedar (Ketua Umum PP Muhammadiyah), bagaimana politik etika yang mengabdi bagi kemanusiaan dan persaudaraan. Berpolitik itu sesungguhnya menjalankan visi-misi ketuhanan. Jangan kemudian menyembunyikan pembusukan demokrasi, karena yang kita gunakan hari ini,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Neni menekankan, potensi besar kalangan muda jangan sampai hanya menjadi komoditas Pemilu semata untuk dijaring suaranya oleh kandidat tertentu. Tetapi harus mampu mengambil peranan yang penting dan strategis.

“Anak muda tentu bukan saja sekedar menjadi komoditas dalam Pemilu karena suaranya mendominasi hingga sekitar 52% dari total jumlah daftar pemilih tetap yang ditetapkan oleh KPU, tapi kemudian bagaimana memiliki peranan penting dan strategis. Dan harus menjadi benteng pertahanan yang kokoh untuk Indonesia kedepan,” pesannya. (*)

Reporter: Ubay

Editor: Aan Hariyanto

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer