22.8 C
Malang
Minggu, Februari 25, 2024
KilasEmpat Parpol Usung Prabowo, Pengamat Sebut Peluang Anies dan Ganjar Tetap Besar

Empat Parpol Usung Prabowo, Pengamat Sebut Peluang Anies dan Ganjar Tetap Besar

Pengamat politik dari Unesa Agus Machfud Fauzi.

TERBENTUKNYA koalisi empat partai politik (parpol) mengusung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden (Capres) tidak serta merta membuatnya di atas angin. Kandidat lainnya, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan diyakini masih memiliki peluang yang cukup besar untuk memenangkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Seperti diketahui, Gerindra, PKB, Golkar dan PAN telah resmi bergabung dalam koalisi untuk mengusung Prabowo Subianto. Artinya, koalisi tersebut kini memiliki modal besar dengan 265 kursi parlemen (46,09%) jauh di atas koalisi pengusung Anies Baswedan dengan 163 kursi (28,35%) ataupun koalisi pengusung Ganjar Pranowo yang berbekal 147 kursi (25,56%).

Meski peta koalisi terkini berkata demikian, pengamat politik dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Agus Machfud Fauzi berpendapat bahwa peluang ketiga Capres dan parpol pengusungnya tersebut untuk memenangkan Pemilu 2024 masih sama kuat.

Dia menyebut, jumlah parpol ataupun persentase perolehan kursi tidak akan selalu berbanding lurus dengan perolehan suara di pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.

“Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo tentu saja masih punya peluang besar, sebab kemenangan Capres-Cawapres bukan karena jumlah partai politik yang mengusung atau jumlah kursi, tapi tergantung langsung kepada rakyat, lebih memilih yang mana,” ujar Agus kepada Maklumat.id, Rabu (16/8/2023).

Agus mencontohkan, pada pengalaman di beberapa perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di DKI Jakarta sebelumnya, dimana Anies Baswedan pada Pilkada 2017 mampu memenangkan kontestasi meski hanya diusung oleh sedikit parpol.

“Begitu pun pengalaman PDIP di DKI tahun 2012 juga hampir sama, mereka menang meski tidak didukung oleh banyak partai politik,” terang pria yang juga merupakan content creator politik itu.

Menurut Agus, terbentuknya koalisi empat parpol tersebut justru menunjukkan perilaku bahwa partai politik berjuang bukan karena kesamaan atau dorongan ideologis, tetapi adalah mengedepankan kepentingan politik dan oportunis.

Lebih lanjut, dosen Unesa itu menjelaskan, kuantitas atau jumlah parpol pengusung dan pendukung hanyalah sebagai semacam pintu maupun kendaraan untuk mengantarkan saja dan bersifat sementara.

Jumlah kursi di parlemen dan prosentase perolehan suara koalisi parpol yang terbentuk saat ini, menurut dia hanya untuk memenuhi ambang batas pencalonan Presiden dan Wakil Presiden (Presidential Treshold) sejumlah 20 persen atau 115 kursi di DPR RI.

“Selanjutnya akan bergantung kepada kualitas dari tim pengusungnya, bukan lagi berapa banyak dukungan parpol. Jadi bagaimana mesin-mesin politik di partai itu bergerak akan lebih menentukan,” terang Agus. (*)

Reporter: Ubay NA

Editor: Aan Hariyanto

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer