MAKLUMAT — Gempa bumi bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah selatan Panama pada Jumat (9/10/2026) siang waktu setempat. Hingga Sabtu (10/10/2026), tidak ada laporan korban jiwa, tetapi puluhan rumah rusak, sekitar 30 orang mengalami luka ringan, dan puluhan ribu warga terdampak pemadaman listrik. Pemerintah Panama menetapkan status darurat untuk mempercepat penanganan bencana dan penyaluran bantuan kemanusiaan. Otoritas setempat juga masih mendata kerusakan, terutama di wilayah terpencil yang aksesnya terganggu akibat jalan rusak.
Gempa yang terjadi sekitar tengah hari Jumat itu memicu lebih dari 100 gempa susulan. Beberapa di antaranya mencapai magnitudo 6,0 sehingga warga masih khawatir kembali ke rumah.
Warga Tidur di Luar Rumah karena Takut Gempa Susulan
Di Chitre, ibu kota Provinsi Herrera yang terdampak parah, warga mulai membersihkan puing-puing bangunan pada Sabtu. Sebagian memilih tidur di luar rumah karena takut gempa kembali mengguncang.
Aldulfo Quintero, 41, mengatakan, belum pernah mengalami kejadian gempa serupa. Ia menyampaikan hal tersebut kepada AFP dan dilansir France24, ketika membersihkan puing-puing di sebuah toko di Chitre, sekitar 250 kilometer barat daya Kota Panama. “Ini sesuatu yang belum pernah kami alami sebelumnya. Kami tidak siap menghadapi kejadian seperti ini,” katanya.
Quintero mengaku takut gempa baru dapat terjadi sewaktu-waktu.
Kondisi serupa dialami Yakshuri Castillo, 28 tahun. Warga Chitre itu memilih tidur di luar rumah setelah mengalami syok ketika gempa pertama terjadi.
Di Macaracas, Provinsi Herrera, seorang pensiunan berusia 68 tahun bernama Javier Jimenez terpaksa tidur di sekolah setempat. Rumahnya mengalami kerusakan setelah genting atap berjatuhan hingga menutupi pintu masuk.
“Kami tidak bisa hidup seperti ini,” ujarnya.
“Semua orang ketakutan karena gempa terus terjadi. Kami tidak berani kembali ke rumah,” tambahnya.
Puluhan rumah dilaporkan rusak di Chitre, yang memiliki sekitar 66.000 penduduk. Hingga Sabtu, wilayah tersebut masih mengalami pemadaman listrik.
Pusat Gempa Dekat Perbatasan Tiga Provinsi
Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat pusat gempa berada sekitar 60 kilometer dari wilayah terdampak, dekat perbatasan Provinsi Herrera, Los Santos, dan Veraguas.
Guncangan juga terasa di Kota Panama, yang berjarak lebih dari 200 kilometer dari pusat gempa. Warga yang panik berhamburan keluar dari gedung-gedung bertingkat tinggi.
Sementara itu, sejumlah komunitas terpencil dilaporkan terisolasi akibat kerusakan jalan. Pemerintah masih melakukan penilaian untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan bantuan di wilayah-wilayah tersebut.
Gempa bumi tergolong jarang terjadi di Panama. Aktivitas gempa lebih sering tercatat di Provinsi Chiriqui, wilayah barat negara itu yang berbatasan dengan Kosta Rika.
Panama Tetapkan Status Darurat
Presiden Panama Jose Raul Mulino menyebut skala bencana yang dihadapi negaranya sangat besar. Ia menyampaikan pernyataan tersebut ketika mengunjungi salah satu wilayah terdampak.
“Bencana yang sedang kami hadapi sangat besar,” kata Mulino.
Pemerintah menetapkan status darurat pada Sabtu. Menurut Menteri Kepresidenan Juan Carlos Orillac, kebijakan tersebut akan mempercepat prosedur penanganan bencana dan pengelolaan bantuan kemanusiaan hingga senilai 100 juta dolar AS.
Amerika Serikat juga menyatakan kesiapan memberikan bantuan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan melalui platform X pada Jumat bahwa pemerintahnya terus memantau situasi dan mempercepat pengerahan sumber daya serta personel.
Komando Selatan AS (US Southern Command) menyatakan komandannya, Francis Donovan, telah mengarahkan pemberian dukungan segera bagi masyarakat Panama. Bantuan tersebut mencakup dukungan di lapangan menggunakan helikopter serta pengangkutan personel dan pasokan penting melalui jalur udara.
Gempa Panama ini termasuk dalam sedikitnya empat gempa bermagnitudo di atas 7,0 yang mengguncang Amerika Latin sepanjang tahun tersebut. Sebelumnya, gempa kuat dilaporkan terjadi di Guaira, Venezuela, pada Juni dan di wilayah barat Kolombia pada Agustus.
Meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan hingga Sabtu, proses pendataan kerusakan dan penanganan warga terdampak masih berlangsung.***












