MAKLUMAT — Pemerintah memperbarui data korban gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Ahad (16/8/2026) sore, sebanyak 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka.
Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menyampaikan perkembangan penanganan gempa dari Media Center Pos Pendamping Nasional Penanganan Gempa M7,7 NTT.
“Di hari kedua ini, pemerintah mengecek langsung ke lapangan terkait kebutuhan korban gempa NTT,” ujar Abdul Muhari saat jumpa pers via Youtube dari Manggarai Barat.
Berdasarkan pemutakhiran data pemerintah, korban meninggal dunia tersebar di enam kabupaten. Manggarai menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 25 orang, disusul Manggarai Timur 20 orang.
Berikut rincian korban meninggal dunia:
- – Manggarai: 25 orang
- – Manggarai Timur: 20 orang
- – Sikka: 4 orang
- – Ende: 2 orang
- – Manggarai Barat: 1 orang
- – Nagekeo: 1 orang
Abdul Muhari menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Pemerintah juga berharap tidak terjadi penambahan korban jiwa dalam proses penanganan bencana.
135 Orang Luka
Selain korban meninggal dunia, pemerintah mencatat 135 orang mengalami luka-luka dan mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Rincian sementara korban luka yang disampaikan BNPB meliputi:
- – Sikka: 12 orang
- – Manggarai: 37 orang, terdiri atas 17 luka dan 20 luka ringan
- – Manggarai Timur: 80 orang, terdiri atas 21 luka berat dan 59 luka ringan
- – Manggarai Barat: 6 orang luka berat
Data tersebut masih terus diperbarui pemerintah bersama petugas di lapangan.
Tidak Ada Laporan Orang Hilang
Di tengah proses pencarian dan penanganan korban, pemerintah menyatakan belum menerima laporan orang hilang dari tujuh kabupaten terdampak melalui Basarnas.
“Data orang hilang tidak ada yang dilaporkan ke Basarnas. Saat ini di tujuh kabupaten terdampak, tidak ada laporan orang hilang,” kata Abdul Muhari.
Pemerintah pada hari kedua pascagempa juga melakukan pengecekan langsung ke sejumlah lokasi terdampak untuk mengetahui kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan penanganan berjalan sesuai kondisi lapangan.
Status Tanggap Darurat Ditetapkan
Pemerintah juga telah menetapkan status tanggap darurat untuk penanganan bencana gempa bumi NTT.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah mempercepat penanganan bencana, terutama dalam pemenuhan kebutuhan korban dan masyarakat terdampak.
Abdul Muhari menegaskan pemerintah terus melakukan pemutakhiran data korban dan kebutuhan di lapangan. Pemerintah berharap seluruh proses penanganan dapat berjalan cepat sehingga kebutuhan masyarakat terdampak segera terpenuhi.***













