MAKLUMAT — Fenomena gerhana matahari total 12 Agustus 2026 tinggal menghitung hari. Peristiwa langka ini diperkirakan menjadi salah satu tontonan astronomi paling spektakuler tahun ini. Bulan akan melintas tepat di depan Matahari hingga menutupi seluruh piringannya di sejumlah wilayah Bumi.
Berdasarkan data Time and Date, sekitar 15,2 juta orang akan berada di jalur totalitas, yakni kawasan yang dapat menyaksikan Matahari tertutup sepenuhnya oleh Bulan. Jalur tersebut melintasi Greenland, Islandia, Portugal, Spanyol, dan Rusia.
Adapun, sekitar 980 juta orang atau hampir 12 persen populasi dunia, diperkirakan hanya dapat melihat gerhana matahari sebagian. Bulan tampak menutupi sebagian permukaan Matahari.
Seperti dilansir Space, Kamis (6/8/2026), gerhana matahari total dijadwalkan mencapai fase total sekitar pukul 16.58 GMT atau 23.58 WIB, saat bayangan umbra Bulan menyapu permukaan Bumi.
Inggris hingga Amerika Serikat Hanya Melihat Gerhana Sebagian
Meski tidak berada di jalur totalitas, sejumlah negara tetap berkesempatan menikmati gerhana matahari sebagian.
Di Inggris dan beberapa negara Eropa Barat, sekitar 90 persen permukaan Matahari diperkirakan akan tertutup saat Matahari berada rendah di ufuk barat menjelang terbenam.
Sementara itu, sejumlah negara bagian di timur laut Amerika Serikat, seperti New York, Maine, dan Pennsylvania, hanya akan melihat Bulan seolah menggigit sebagian kecil piringan Matahari.
Mengapa Gerhana Matahari Bisa Terjadi?
Gerhana matahari terjadi ketika fase Bulan baru, saat Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi.
Karena kemiringan orbit Bulan tidak selalu sejajar dengan orbit Bumi, gerhana tidak terjadi setiap bulan. Hanya ketika ketiga benda langit berada dalam satu garis lurus, bayangan Bulan akan jatuh ke permukaan Bumi sehingga menghasilkan gerhana sebagian maupun gerhana total.
Wilayah yang dilewati bayangan inti atau umbra akan mengalami gerhana total, sedangkan daerah di luar jalur tersebut hanya melihat gerhana sebagian.
Jangan Melihat Matahari Secara Langsung
Pengamat astronomi mengingatkan untuk tidak menatap Matahari secara langsung selama fase gerhana sebagian tanpa pelindung khusus.
Paparan sinar Matahari dapat menyebabkan kerusakan retina permanen bahkan kebutaan.
Pengamatan sebaiknya menggunakan:
- Kacamata gerhana bersertifikat ISO 12312-2.
- Filter Matahari khusus untuk teleskop atau binokular.
- Metode proyeksi bayangan jika tidak memiliki perlengkapan khusus.
Awal “Zaman Keemasan” Gerhana Matahari
Fenomena pada 12 Agustus 2026 disebut sebagai pembuka rangkaian periode yang dijuluki para astronom sebagai “Golden Age of Solar Eclipses” atau Zaman Keemasan Gerhana Matahari.
Dalam rentang 2026–2028, dunia akan disuguhi tiga gerhana matahari total dan tiga gerhana matahari cincin (ring of fire) yang melintasi berbagai belahan Bumi, menjadikannya periode istimewa bagi para pecinta astronomi.***











