27.1 C
Malang
Rabu, April 17, 2024
KilasGolkar Minta Jatah 5 Menteri, Zulhas: Pembagian Kursi Hak Prerogatif Presiden

Golkar Minta Jatah 5 Menteri, Zulhas: Pembagian Kursi Hak Prerogatif Presiden

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) RI belum secara resmi mengumumkan penetapan hasil rekapitulasi suara pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024. Di mama penetapan dijadwalkan baru akan dilakukan tanggal 20 Maret 2024 besok. Meski begitu, kasak-kusuk pembagian jatah kursi menteri sudah nyaring terdengar.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan, pembagian kursi menteri kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka merupakan hak prerogatif dari presiden terpilih.

Sementara ini, rekapitulasi suara tingkat nasional menempatkan pasangan calon presiden dan calon Wakil Presiden (Capres dan Cawapres) nomor urut 2 unggul cukup jauh di bandingkan rivalnya, yakni pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar maupun Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

“Itu hak prerogatif presiden terpilih, terserah beliau,” kata Zulhas kepada awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (19/3/2024).

Ketika ditanya apakah Partai koalisi Prabowo-Gibran sudah mulai bicara tentang penyusunan kabinet? Zulhas hanya menjawab dirinya kerap berkomunikasi dengan Prabowo, termasuk di sela-sela rapat bersama di istana, yang dipimpin Presiden Joko Widodo.

“Ya hari-hari ini (berkomunikasi) dengan Pak Prabowo, barusan juga (berkomunikasi),” terang Menteri Perdagangan di Kabinet Presiden Jokowi.

Zulhas enggan berkomentar ketika ditanya soal pernyataan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto yang meminta jatah minimal lima kursi menteri di kabinet Prabowo-Gibran, jika resmi ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2024.“Ya tanya Pak Airlangga dong, tanyanya kok ke saya,” kelitnya.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto terang-terangan meminta jatah 5 kursi menteri jika pasangan Prabowo-Gibran memenangi Pilpres 2024.

Airlangga mengklaim ada peran besar partai yang dipimpinnya dalam memenangkan pasangan nomor urut 2, yang sementara unggul cukup jauh dalam rekapitulasi suara tingkat nasional.

“Sesuai data dari Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar, sekitar 75 hingga 80 persen kader dan simpatisan partai Golkar itu memilih pasangan Prabowo-Gibran sehingga bisa meraih suara 58 persen dan menang sekali putaran pilpres,” katanya saat syukuran keberhasilan Partai Golkar di Kabupaten Badung, Bali, Jumat, 15 Maret 2024 lalu.

Menurut Airlangga, sumbangsih perolehan suara itu tertinggi sepanjang sejarah. Di mana, yang kini didukung bukanlah calon Presiden dari internal partai berlambang pohon beringin itu.

“Biasanya hanya didukung 53 persen, sekarang 75 sampai 80 persen. Artinya benar Partai Golkar betul-betul di depan untuk memenangkan Pak Prabowo dan Mas Gibran,” ungkapnya.

Airlangga kemudian berhitung sudah semestinya dalam kepemimpinan Prabowo mendatang, Golkar mendapat porsi lebih besar dalam kabinet.

“Saya sampaikan ke Pak Prabowo soal kontribusi Golkar karena kita menang di 15 provinsi. Itu berarti kita kontribusi 25 persen dari kemenangan 58 persen. Jadi, kalau 25 persen, kalau bagi-bagi, ya banyak-banyak sedikit bolehlah. Kita sebut lima (posisi menteri) itu minimal, tetapi kalau dihitung proporsi 25 persen, room (ruang) masih banyak,” tutur Airlangga.

Hingga berita ini dimuat Maklumat.id, KPU RI telah menyelesaikan rekapitulasi suara tingkat nasional di 36 provinsi dan luar negeri. Rekapitulasi tingkat nasional KPU tinggal menyisakan dua provinsi.

Dari hasil rekapitulasi di 36 provinsi ini, calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 2 Prabowo-Gibran unggul di 34 provinsi. Kemudian, Anies-Muhaimin menang di 2 Provinsi dan Ganjar-Mahfud masih nol kemenangan. Adapun batas rekapitulasi di KPU diketahui besok, tanggal 20 Maret 2024.

Reporter: Ubay NA

Editor: Aan Hariyanto 

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer