Indahnya Gerhana Bulan Sebagian Memukau Warga Amerika Serikat

Gerhana Bulan Sebagian

MAKLUMAT — Gerhana Bulan Sebagian menghiasi langit Amerika Serikat pada Kamis malam hingga Jumat (27-28/8/2026) dini hari waktu setempat. Fenomena langit itu membuat sekitar 96% permukaan Bulan berada di dalam bayangan gelap Bumi.

Warga di berbagai wilayah AS keluar rumah untuk menyaksikan fenomena tersebut. Pemandangan gerhana terlihat dari Colorado, Texas hingga Washington DC. Warga California dan North Carolina juga turut mengabadikan momen langka tersebut.

Dilansir dari The Weather Channel, fenomena ini bahkan menarik perhatian penonton pertandingan pramusim NFL antara New England Patriots dan Cleveland Browns di Cleveland. Para penonton sempat menyaksikan Bulan yang perlahan tertutup bayangan Bumi di sela-sela pertandingan.

Gerhana juga dapat disaksikan dari sejumlah wilayah Eropa dan Afrika. Pada puncaknya, sekitar 96,2% cakram Bulan masuk ke dalam umbra Bumi sehingga hanya menyisakan bagian terang tipis di salah satu sisinya.

Bagian Bulan yang berada dalam umbra dapat terlihat berwarna kemerahan atau tembaga. Warna tersebut muncul karena cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi sebelum mencapai permukaan Bulan.

NASA menyebut gerhana 27-28 Agustus 2026 sebagai gerhana Bulan sebagian yang sangat dalam. Pada saat maksimum, 96,3% cakram Bulan berada di dalam umbra Bumi.

Baca Juga  BMKG Peringatkan Potensi Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

Gerhana Bulan Tak Terlihat dari Indonesia

Sayangnya, pemandangan tersebut tidak dapat disaksikan langsung dari Indonesia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan Gerhana Bulan Sebagian 28 Agustus 2026 berada di luar wilayah visibilitas Indonesia.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu menjelaskan, saat gerhana berlangsung Indonesia sedang berada pada waktu pagi hingga siang hari. Posisi Bulan ketika itu berada di bawah ufuk.

“Kondisi ini menyebabkan Gerhana Bulan Sebagian tidak terlihat dari wilayah Indonesia,” kata Ayu, dikutip dari laman BMKG.

Fenomena tersebut hanya dapat diamati dari sebagian besar wilayah Amerika, Eropa, Afrika, serta kawasan Asia bagian tengah dan Timur Tengah.

Gerhana Berlangsung 5 Jam 38 Menit

Gerhana Bulan Sebagian ini berlangsung sekitar 5 jam 38 menit, mulai dari fase penumbra hingga Bulan sepenuhnya keluar dari bayangan Bumi.

BMKG mencatat rangkaian waktunya dalam waktu Indonesia Barat (WIB) sebagai berikut:

Gerhana Penumbra mulai: 08.23.55 WIB

Gerhana sebagian mulai: 09.33.48 WIB

Puncak gerhana: 11.14.04 WIB

Gerhana sebagian berakhir: 12.51.55 WIB

Gerhana penumbra berakhir: 14.01.41 WIB.

Gerhana Bulan terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam konfigurasi tertentu sehingga Bulan masuk ke dalam bayangan Bumi.

Baca Juga  Musim Kemarau Meluas, BMKG Ingatkan Jawa Timur Waspadai Angin Kencang dan Hujan Mendadak

Pada gerhana sebagian, hanya sebagian piringan Bulan yang masuk ke dalam umbra. Karena itu, fenomena ini tidak termasuk Gerhana Bulan Total meskipun hampir seluruh permukaan Bulan tertutup bayangan.

Bisa Ditonton Lewat Live Streaming

Masyarakat Indonesia tetap dapat mengikuti fenomena tersebut melalui siaran langsung dari berbagai observatorium dan kanal astronomi, termasuk NASA.

Berbeda dengan Gerhana Matahari, Gerhana Bulan juga aman diamati secara langsung dengan mata telanjang tanpa alat pelindung khusus.

Gerhana Bulan Sebagian Agustus 2026 menjadi salah satu fenomena astronomi paling menarik tahun ini. Bagi warga Amerika Serikat dan sejumlah wilayah Eropa, langit malam menjadi panggung untuk menyaksikan Bulan yang nyaris seluruhnya ditelan bayangan Bumi.***