Jemaah Haji Mulai Lempar Jumrah Aqabah di Mina pada Hari Raya Iduladha 1447 H

Usai bermalam di Muzdalifah, jemaah haji melaksanakan lempar jumrah di Jamrat Al-Aqabah, Mina, pada Rabu (27/5/2026) atau bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. (Foto: Tangkapan Layar Arab News)

MAKLUMAT — Jutaan jemaah haji mulai melaksanakan ritual lempar jumrah di Jamrat Al-Aqabah, Mina, pada Rabu (27/5/2026) waktu Arab Saudi atau bertepatan dengan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Prosesi tersebut menjadi salah satu rangkaian utama ibadah haji setelah para jemaah bermalam di Muzdalifah usai menjalani wukuf di Arafah.

Pelaksanaan lempar jumrah berlangsung sejak dini hari dengan dukungan sistem layanan terpadu yang melibatkan unsur keamanan, kesehatan, transportasi, serta pengelolaan pergerakan jemaah untuk memastikan ibadah berjalan aman dan tertib.

Berdasarkan laporan Saudi Press Agency (SPA), arus jemaah di kawasan Jamarat bergerak lancar melalui jalur-jalur yang telah ditetapkan. Kelancaran tersebut didukung pemantauan lapangan secara intensif serta penerapan manajemen kerumunan yang dirancang untuk menjaga keselamatan jutaan jemaah.

Pemerintah Arab Saudi juga memperkuat berbagai layanan di sekitar kawasan Jamarat dengan menempatkan ambulans, tim medis, petugas bimbingan, serta meningkatkan layanan kebersihan dan sanitasi.

Di sektor transportasi, layanan bus dan Metro Al Mashaaer Al Mugaddassah terus beroperasi mengangkut jemaah antar lokasi suci sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Sistem transportasi tersebut terintegrasi dengan pengaturan lalu lintas dan pengendalian kerumunan guna memperlancar mobilitas jemaah selama fase puncak haji.

Baca Juga  Haji 2026 Aman dari Hantavirus, Saudi Minta Jemaah Tak Panik dan Tetap Jaga Kesehatan

Simbol Penolakan terhadap Godaan Setan

Lempar jumrah di Jamrat Al-Aqabah merupakan salah satu ritual penting dalam ibadah haji yang melambangkan penolakan terhadap godaan setan, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS saat menjalankan perintah Allah SWT.

Setelah menyelesaikan lempar jumrah Aqabah, jemaah melanjutkan rangkaian ibadah pada Yawm Al-Nahr atau Hari Kurban. Tahapan berikutnya meliputi penyembelihan hewan kurban, mencukur atau memotong rambut sebagai tanda tahallul, serta melaksanakan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram, Makkah.

Otoritas Saudi terus mengintensifkan koordinasi lintas sektor selama fase puncak haji agar jutaan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian manasik dengan aman dan nyaman.

Dari Arafah ke Muzdalifah

Sebelumnya, Arab News melaporkan, jutaan jemaah yang telah menuntaskan wukuf di Arafah bergerak menuju Muzdalifah pada Selasa (26/5/2026) malam untuk mengumpulkan kerikil yang digunakan dalam ritual lempar jumrah.

Perjalanan dari Arafah menuju Muzdalifah berlangsung di bawah pengamanan ketat dengan dukungan layanan kesehatan dan transportasi yang terintegrasi. Para jemaah berjalan melalui koridor pejalan kaki yang menghubungkan Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Setibanya di Muzdalifah, jemaah menghabiskan malam dengan berzikir, berdoa, serta membaca Al-Qur’an sebelum melanjutkan perjalanan menuju Mina pada dini hari.

Baca Juga  Bupati Subandi Lepas Tiga Kloter Haji Sekaligus, Total 1.133 Jemaah Diberangkatkan

Jumlah Jemaah Haji 2026 Meningkat

Pemerintah Arab Saudi mencatat jumlah jemaah haji tahun 2026 mencapai 1.707.301 orang, meningkat sekitar 2,04 persen dibanding musim haji tahun sebelumnya.

Dari total tersebut, sebanyak 1.546.655 jemaah berasal dari luar Arab Saudi, sementara 160.646 orang merupakan jemaah domestik dan penduduk setempat.

Peningkatan jumlah jemaah didukung perluasan layanan, digitalisasi sistem penyelenggaraan haji, serta penguatan koordinasi antarinstansi yang terlibat dalam operasional haji.

Arab Saudi juga memperluas Inisiatif Rute Makkah, program yang memungkinkan calon jemaah menyelesaikan proses imigrasi dan bea cukai di negara asal sebelum berangkat ke Tanah Suci. Tahun ini, hampir 389 ribu jemaah memanfaatkan program tersebut, meningkat sekitar 24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji, pemerintah Saudi mengerahkan lebih dari 441 ribu personel yang bertugas di bidang keamanan, kesehatan, transportasi, tanggap darurat, hingga pengaturan pergerakan jemaah selama fase-fase utama pelaksanaan haji.***