Kedung Mayit Tempurejo Jadi Destinasi Wisata Alam Berbasis Ekowisata di Jember

kedung mayit

MAKLUMAT – Tujuan wisata alternatif hadir di ujung selatan Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember. Lanskap alam terjaga dengan aliran sungai berbatu yang membelah kawasan Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo. Warga setempat menyebut kawasan itu Kedung Mayit.

Di antara rimbun pepohonan dan aliran air yang jernih, kawasan tersebut menawarkan suasana tenang yang berbeda dari destinasi wisata buatan. Hamparan batu sungai dan vegetasi alami menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang mencari pengalaman wisata berbasis alam terbuka.

Selama ini, kawasan wisata Dam BDR Sanenrejo lebih dahulu dikenal masyarakat sebagai tujuan wisata alam di wilayah Tempurejo. Namun, warga setempat mulai melihat potensi lain di bagian hulu sungai yang dinilai layak dikembangkan sebagai destinasi ekowisata dan wisata petualangan.

Akses menuju lokasi masih menjadi tantangan. Pengunjung harus melewati jalan tanah dan menelusuri aliran sungai untuk mencapai kawasan tersebut. Pada musim hujan, jalur menuju lokasi kerap berlumpur dan sulit dilalui kendaraan.

Salah seorang pengelola kawasan, Aqib, mengatakan bahwa kondisi alam Kedung Mayit masih sangat terjaga. Kondisinya memiliki nilai lebih dibandingkan lokasi wisata yang telah banyak mengalami perubahan.

”Potensi wisata sungai di sini cukup besar. Kalau dikembangkan, bisa ditambah wahana susur sungai atau arung jeram ringan,” kata Aqib, Minggu (10 Mei 2026).

Baca Juga  Petani dalam Pusaran Kekuasaan: Pseudo-Empowerment di Balik Skandal KUR Fiktif Jember

Menurut dia, pengembangan kawasan wisata memerlukan dukungan infrastruktur dasar, terutama perbaikan akses jalan agar pengunjung lebih mudah menjangkau lokasi.

”Kalau musim hujan jalannya sulit dilalui karena berlumpur. Kami berharap ada perhatian untuk perbaikan akses,” ujarnya.

Camat Tempurejo Muhammad Najmul Huda mengatakan, pemerintah kecamatan akan berkoordinasi dengan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Jember. Tujuannya, untuk mendukung pengembangan potensi wisata di kawasan tersebut.

Menurut dia, pengembangan wisata alam perlu diarahkan agar tetap mempertahankan karakter lingkungan setempat sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.

Sementara itu, Kepala Desa Sanenrejo Sutikn, menegaskan bahwa pengembangan kawasan wisata harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian alam. ”Pengembangan wisata tetap harus memperhatikan keasrian lingkungan karena itu yang menjadi daya tarik utama kawasan ini,” katanya.

Kedung Mayit menjadi salah satu titik wisata alam yang mulai tumbuh di kawasan selatan Jember. Di tengah meningkatnya minat terhadap wisata berbasis alam dan petualangan, kawasan itu dinilai memiliki peluang berkembang sebagai destinasi alternatif yang mengandalkan kekuatan lanskap alami dan keterlibatan masyarakat setempat. (*)