Ketua PWM Nyumbang Rp100 Juta untuk Pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan

MAKLUMAT – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Akhmad H. Abubakar, menyumbangkan Rp100 juta untuk pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan di Cakung, Jakarta Timur. Donasi tersebut mengawali gerakan penggalangan dana yang menargetkan penghimpunan Rp100 miliar dalam dua tahun.

Abubakar menyampaikan komitmen donasinya dalam pengajian Hari Bermuhammadiyah di Aula Djuanda, Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, pada awal September 2026. “Saya akan memberikan donasi sebesar Rp100 juta. Semoga warga Muhammadiyah semuanya bisa menyusul,” kata Abubakar dikutip Ahad (11/10).

Dukungan juga datang dari Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) DKI Jakarta. Ketua PWA DKI Jakarta, Dra. Hj. Elo Albugis, M.Ag., dan Sekretaris PWA DKI Jakarta, Syamsidar Siregar, S.Ag., masing-masing menyumbangkan Rp25 juta.

Abubakar berharap langkah tersebut mendorong warga Muhammadiyah untuk berpartisipasi dalam pembangunan masjid yang akan menggunakan nama pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan.

Menurutnya, penggunaan nama KH Ahmad Dahlan menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga persyarikatan. Ia berharap pembangunan masjid ini menjadi gerakan bersama yang melibatkan berbagai unsur Muhammadiyah dan masyarakat luas.

“Saya sudah cek di wilayah-wilayah lain, belum ada yang punya masjid dengan nama KH Ahmad Dahlan, apalagi masjid yang bukan dikelola Muhammadiyah. Ini akan menjadi satu-satunya masjid yang bernama KH Ahmad Dahlan. Masak bapak ibu sekalian tidak bangga?” ujarnya.

Baca Juga  PWM DKI Jakarta Gelar Halalbihalal, Gubernur Pramono Anung Dijadwalkan Hadir

Target Dana Pembangunan Rp100 Miliar

Masjid KH Ahmad Dahlan direncanakan berdiri di kawasan Cakung, Jakarta Timur, di atas lahan hibah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seluas 2,1 hektare.

PWM DKI Jakarta menunjuk Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) DKI Jakarta untuk mengoordinasikan penggalangan dana pembangunan masjid tersebut.

Ketua Lazismu DKI Jakarta, Lambang Saribuana, menjelaskan bahwa gerakan ini menargetkan penghimpunan Rp100 miliar selama 24 bulan. Artinya, penggalangan dana perlu mencapai rata-rata sekitar Rp4,17 miliar per bulan untuk memenuhi target tersebut.

Lazismu menyiapkan dua jalur utama penghimpunan, yakni donasi masyarakat dan komunitas serta dukungan donatur besar dan perusahaan.

Melalui strategi ini, warga Muhammadiyah, organisasi otonom, amal usaha Muhammadiyah, jaringan profesional, pelaku usaha, dan masyarakat umum dapat mengambil bagian dalam pembangunan masjid.

“Pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan membutuhkan gerakan bersama. Setiap kader bisa mengambil peran melalui donasi, mengajak jaringan masing-masing, dan membuka akses kepada calon donatur,” kata Lambang.

Ia menambahkan, Lazismu mengonsolidasikan partisipasi tersebut melalui sistem penghimpunan yang terkoordinasi dan akuntabel.

Gerakan 1912, Donasi Rp1.912 per Hari

Untuk memperluas partisipasi, Lazismu DKI Jakarta memperkenalkan Gerakan 1912. Program ini mengajak setiap kader Muhammadiyah menyumbangkan Rp1.912 per hari, merujuk pada tahun berdirinya Muhammadiyah.

Baca Juga  Gubernur Pramono Anung Apresiasi Kiprah Muhammadiyah DKI Jakarta

Jika dilakukan secara konsisten selama dua tahun, donasi tersebut mencapai sekitar Rp1,4 juta per orang. Dengan demikian, gerakan ini membuka peluang partisipasi dari warga dengan berbagai kemampuan finansial.

Lazismu juga mengandalkan jaringan kantor layanan, pimpinan Muhammadiyah dari tingkat daerah hingga ranting, masjid, sekolah, perguruan tinggi, rumah sakit, dan berbagai amal usaha Muhammadiyah untuk memperluas basis donatur.

Selain donasi individu, jaringan tersebut diharapkan dapat membantu menjangkau perusahaan, pelaku usaha, dan calon donatur berskala besar.

Lazismu Siapkan Sistem Pemantauan Dana

Untuk mendukung pengelolaan dana, Lazismu DKI Jakarta menyiapkan sejumlah kanal penghimpunan, antara lain rekening resmi, kode QRIS, dan layanan donatur. Lazismu juga menyiapkan sistem pemantauan penghimpunan dan penyaluran dana secara daring.

Sistem tersebut ditujukan untuk membantu donatur mengikuti perkembangan dana yang terkumpul dan penggunaannya dalam pembangunan masjid.

Besarnya target penghimpunan menuntut koordinasi antara PWM DKI Jakarta, Lazismu, dan jaringan Muhammadiyah. PWM DKI Jakarta memegang peran kebijakan dan pengawasan, sedangkan Lazismu mengoordinasikan penghimpunan serta pengelolaan donasi.

Melalui gerakan ini, pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan diharapkan menjadi proyek bersama yang melibatkan warga Muhammadiyah dan masyarakat luas, dengan pengelolaan dana yang terkoordinasi serta dapat dipertanggungjawabkan.***

Baca Juga  Warga Kedungmlati Wakafkan 1,5 Hektare Sawah dan Mushola untuk Muhammadiyah Jombang