MAKLUMAT — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk rencana pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan, dengan menyiapkan lahan.
Pernyataan itu disampaikan Pramono saat memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan dan Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Lahan untuk Pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan
Dalam kesempatan itu, Pramono mengungkapkan pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan ditargetkan bakal rampung di tahun ini atau paling lambat tahun depan, yang bertepatan dengan momentum Jakarta memasuki usia 500 tahun.
Rencana pembangunan masjid tersebut, kata dia, juga telah dibicarakan dengan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta Ahmad Abu Bakar.
“Sangat tidak adil jika Pemprov DKI tidak memfasilitasi pendirian Masjid Muhammadiyah. Maka dari itu, tahun ini atau tahun depan diharapkan Masjid KH Ahmad Dahlan sudah berdiri di DKI Jakarta,” kata Pramono, dikutip dari jaringan media afiliasi Jakartamu.
Ia mengungkapkan, Pemprov DKI bakal menyediakan lahan untuk pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan sebagai masjid Muhammadiyah di Jakarta. “Untuk tanahnya disediakan oleh Pemprov DKI Jakarta,” tandasnya.
Kemudian, mekanisme pembangunan masjid tersebut bakal dibicarakan lebih lanjut bersama PWM DKI Jakarta. Pramono sendiri mengungkapkan bahwa pihaknya telah beberapa kali berkomunikasi dengan Ketua PWM DKI Jakarta Ahmad Abu Bakar mengenai rencana pembangunan masjid itu.
Renovasi Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari
Tak cuma itu, dalam kesempatan tersebut Pramono juga menyampaikan rencana untuk melakukan renovasi Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari di Cengkareng, Jakarta Barat, lantaran terdapat sejumlah bagian bangunan yang mulai mengalami kebocoran.
“Saya juga sudah perintahkan kepada jajaran saya untuk merenovasi Masjid Hasyim Asy’ari karena di sana-sini sudah ada yang bocor,” tegasnya.
Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari berada di Jalan Raya Daan Mogot KM 14, Cengkareng, Jakarta Barat. Masjid tersebut merupakan masjid raya yang dibangun dan dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta.
Gagasan pembangunan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari pertama kali dicetuskan Joko Widodo (Jokowi) ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta pada 2012. Saat itu, Jokowi menilai Jakarta belum memiliki masjid raya yang secara resmi dimiliki pemerintah daerah. Sementara Masjid Istiqlal merupakan masjid nasional yang berada di bawah pengelolaan pemerintah pusat.
Pembangunan Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari kemudian menjadi salah satu proyek Pemprov untuk menghadirkan masjid raya sekaligus pusat kegiatan keagamaan bagi masyarakat Jakarta.
Sementara itu, rencana pembangunan Masjid KH Ahmad Dahlan menjadi perhatian bagi warga Persyarikatan Muhammadiyah. Sebab jika terealisasi, masjid tersebut dapat menjadi salah satu fasilitas untuk menunjang aktivitas keagamaan dan kemasyarakatan Muhammadiyah di ibu kota.***














