KHGT Muhammadiyah Tetapkan Iduladha 1447 H Jatuh pada 27 Mei, Bagaimana Perhitungannya?

Peta KHGT Bulan Zulhijah 1447 H.

MAKLUMAT — Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 mendatang.

Hal itu termaktub dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 berdasarkan hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) PP Muhammadiyah yang didasarkan atas prinsip, syarat, dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Berdasarkan hasil perhitungan (hisab) astronomi dengan pendekatan KHGT, diketahui:

  1. Ijtimak jelang Zulhijah 1447 H terjadi pada hari Sabtu Pon, 29 Zulkaidah 1447 H bertepatan dengan 16 Mei 2026 M, pukul 20:01:02 UTC.
  2. Pada saat matahari terbenam di hari ijtimak terjadi, sebelum pukul 24:00 UTC tidak ada satu wilayah pun di muka bumi yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1, yaitu tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8°.
  3. Parameter Kalender Global (PKG) 2 tidak terpenuhi karena setelah pukul 24:00 UTC tidak ada satu wilayah pun di daratan Amerika yang saat Matahari terbenam di hari ijtimak terjadi itu memenuhi parameter tinggi Bulan ≥ 5° dan elongasi Bulan ≥ 8° dan ijtimak terjadi sebelum fajar di New Zealand (17:47:31 UTC).

Dengan demikian, maka:

  • Di seluruh dunia tanggal 1 Zulhijah 1447 H akan jatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026 М.
  • Hari Arafah 9 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Selasa Pon, 26 Mei 2026 М.
  • Iduladha 10 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Rabu Wage, 27 Mei 2026 М.
Baca Juga  Zuly Qodir: Netralitas Politik Muhammadiyah Bukan Berarti Pasif atau Apatis

Tentang Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)

Kalender Hijriah Global Tunggal atau KHGT merupakan sistem penanggalan Islam secara terpadu, yang menerapkan prinsip satu hari satu tanggal di seluruh dunia.

Sistem penanggalan atau kalender ini telah resmi dipakai oleh Muhammadiyah pada tahun 1447 Hijriah, sebagai implementasi atas hasil keputusan Musyawarah Nasional (Munas) XXXII Tarjih Muhammadiyah di Pekalongan pada 1445 H/2024 M yang telah ditanfidzkan dengan Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 86/KEP/I.0/B/2025 dan diperdomani oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.

KHGT merupakan ikhtiar pembaruan (ijtihad) yang diharapkan dapat menyatukan umat Islam secara global. Sehingga menjadi alat untuk memperkuat persatuan dan ukhuwah islamiyah.

Sistem KHGT tidak lagi memakai parameter matlak lokal, malainkan menggunakan matlak global, di mana seluruh permukaan bumi dianggap berada dalam satu zona waktu dalam kalender Islam. Sistem ini berbasis pada perhitungan (hisab) astronomi dengan menggunakan perhitungan ilmiah modern untuk kepastian tanggal jangka panjang.

Dengan menggunakan KHGT, pelaksanaan ibadah dan hari-hari besar umat Islam di dunia seperti Ramadan, Idulfitri, hingga Iduladha dapat dirayakan secara serentak tanpa adanya perbedaan hari antarwilayah geografis.