PDM Aceh Utara Gelar Bimtek SIM SATUMU, Percepat Transformasi Digital Persyarikatan

PDM Aceh Utara menggelar Bimtek SIM SATUMU, sebagai upaya untuk melakukan percepatan transformasi digital di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah. (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Aceh Utara menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Manajemen (SIM) “SATUMU” dengan melibatkan 100 peserta dari unsur Muhammadiyah di Aceh Utara, Ahad (25/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat tata kelola organisasi melalui pemanfaatan teknologi digital.

Bimtek tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong transformasi digital di lingkungan persyarikatan, terutama dalam pengelolaan administrasi, pendataan, dan penyampaian informasi organisasi agar lebih efektif, terintegrasi, dan akuntabel.

Ketua PDM Aceh Utara, Anwar MA, menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur persyarikatan dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, transformasi digital diperlukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat koordinasi antarstruktur Muhammadiyah.

Ia berharap peserta Bimtek SIM “SATUMU” dapat memahami penggunaan sistem tersebut dan menerapkannya secara konsisten di lingkungan masing-masing.

“Pemanfaatan teknologi digital harus menjadi bagian dari upaya kita memperkuat organisasi. Dengan sistem informasi yang tertata, pengelolaan administrasi dan koordinasi dapat berjalan lebih efektif, sehingga Muhammadiyah semakin siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, A Malik Musa, dalam sambutannya menyoroti pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam mendukung digitalisasi organisasi.

Baca Juga  Kolaborasi SatuMu dan Danamon Syariah Perkuat Digitalisasi Tata Kelola Muhammadiyah

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berkaitan dengan penggunaan aplikasi, tetapi juga mencakup perubahan pola kerja, kedisiplinan administrasi, keterbukaan informasi, serta komitmen seluruh jajaran dalam membangun organisasi yang lebih modern.

Ia berharap penerapan SIM “SATUMU” dapat berjalan optimal dan mendukung tata kelola Muhammadiyah yang lebih profesional, tertib, dan berkemajuan.

PDM Aceh Utara menargetkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengoperasikan sistem informasi manajemen. Dengan demikian, proses pendataan dan administrasi organisasi diharapkan dapat dilakukan secara lebih sistematis.

Pelibatan 100 peserta juga diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas penerapan sistem digital di berbagai tingkatan kepemimpinan Muhammadiyah di Aceh Utara.

Transformasi digital tersebut sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Muhammadiyah dalam menjawab tantangan era modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai persyarikatan yang berlandaskan dakwah Islam, pelayanan umat, serta semangat Islam Berkemajuan.***

*) Penulis: Rizki Maulizar