MAKLUMAT — Komika senior Pandji Pragiwaksono yang belakangan viral usai pertujukan stand up comedy bertajuk Mens Rea yang dilakukannya, mengabarkan kondisi terkininya yang tengah berada di New York, Amerika Serikat (AS).
Melalui unggahan story di akun Instagram pribadinya @pandji.pragiwaksono pada Jumat (9/1/2026), komika yang memang dikenal kritis dan vokal itu menyampaikan terima kasih atas dukungan publik kepadanya, usai dilaporkan sekelompok pemuda yang mengatasnamakan Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah ke Polda Metro Jaya.
“Hai apa kabar Indonesia? Gue cuma mau bilang terima kasih untuk dukungannya, untuk doanya, banyak banget yang ngedoain yang baik-baik ke gue. Gue juga baik-baik aja,” ucapnya sembari berjalan.
Dalam unggahannya, Pandji mengabarkan sedang berada di New York dan membuat video tersebut usai mengisi siaran. Pandji sendiri diketahui memang telah memilih untuk tinggal dan menetap di New York sejak sekitar tahun 2022 lalu.
“Gue lagi di New York habis ngisi siaran dan sekarang lagi mau balik ke rumah, lapar, mau balik ke anak-anak, istri, dan makan malam bersama mereka,” katanya santai.
Ia tak menanggapi secara gamblang pelaporan dirinya ke Polda Metro Jaya atas dugaan pencemaran nama baik. Di akhir video unggahannya, Pandji lantas mendoakan para fans dan penonton stand up comedy-nya.
“Semoga lu juga sehat, semoga lu juga baik-baik aja. I love you guys dan terima kasih sudah mencintai kesenian stand up comedy dan moga-moga gue punya banyak perkomedian untuk Anda,” tuturnya.
Pelaporan Pandji Bukan Sikap Resmi NU dan Muhammadiyah
Sebelumnya, PBNU dan PP Muhammadiyah telah menegaskan bahwa kelompok pemuda yang mengatasnamakan Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah bukanlah bagian ataupun sikap resmi dari dua ormas Islam terbesar di tanah air itu.
Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla, menegaskan bahwa tidak ada lembaga, badan otonom, maupun perkumpulan resmi NU yang bernama Angkatan Muda NU. Dengan demikian, pelaporan terhadap Pandji Pragiwaksono tidak merepresentasikan sikap resmi organisasi.
“Kalau representasi PBNU jelas tidak,” tegas Gus Ulil dikutip laman resmi NU, Kamis (8/1/2026).
Di sisi lain, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PP Muhammadiyah melalui pernyataan resmi pada Jumat (9/1/2026) menegaskan bahwa tindakan kelompok yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi ataupun mandat dari Persyarikatan yang telah berdiri sejak tahun 1912 itu.
“Tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi, maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah,” bunyi pernyataan yang diteken Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan.
“Setiap langkah dan sikap resmi Muhammadiyah hanya dapat disampaikan oleh pimpinan yang memiliki kewenangan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah,” lanjut pernyataan tersebut.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Dr KH Anwar Abbas, meminta publik, terutama warga persyarikatan, untuk tidak bersikap reaktif atau terbawa perasaan berlebihan dalam merespons kritik, terlebih jika kritik tersebut disampaikan melalui ekspresi seni dan komedi.
“Kita harus berlapang dada jika dikritik. Lewat kritik, kita bisa bercermin apakah yang kita lakukan sudah benar atau belum,” ujar Anwar Abbas dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (9/1/2026).
Anwar menegaskan bagi Muhammadiyah, upaya memperbaiki diri merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual. Kritik dari siapa pun dan lewat medium apa pun harus dipahami sebagai kesempatan untuk evaluasi, bukan ancaman yang harus dibungkam.
Ia menyebut jika kritik mampu mendorong peningkatan kualitas kebaikan dan kemaslahatan organisasi, maka kritik tersebut layak diterima dengan sikap terbuka.