Lazismu Jatim Targetkan Rp35 Miliar pada Ramadan 1447 H

Wakil Ketua PWM Jatim Ir Tamhid Masyhudi memberi sambutan acara Lazismu Jatim

MAKLUMAT — Lazismu Jawa Timur menggelar Pelatihan Simziska Kick Off Ramadan 1447 H di Aula Mas Mansyur, Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Kamis (12/2/2026). Kegiatan ini difokuskan pada penguatan strategi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah menjelang bulan suci Ramadan.

Wakil Ketua PWM Jawa Timur Ir Tamhid Masyhudi mengatakan, Lazismu Jatim selama ini memiliki reputasi yang baik dalam pengumpulan dana, terutama pada momentum Ramadan. Ia menilai bulan suci menjadi waktu strategis untuk mengoptimalkan penghimpunan zakat, baik zakat mal maupun zakat fitrah.

“Lazismu Jatim itu sudah punya reputasi yang cukup bagus dalam pengumpulan dana yang selama ini sudah dilakukan di bulan Ramadan, merupakan momentum yang sangat bagus untuk mengumpulkan dana, utamanya dari zakat, baik zakat mal maupun zakat fitrah,” ujarnya.

Menurut dia, Ramadan juga identik dengan meningkatnya praktik infak dan sedekah di masyarakat. Karena itu, momentum tersebut perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh Lazismu di tingkat daerah melalui gerakan penghimpunan yang masif.

“Di bulan Ramadan itu juga banyak orang yang melakukan infak dan sedekah, maka momentum ini juga harus ditangkap oleh kawan-kawan Lazismu daerah dan ini menjadi sebuah gerakan yang masif,” katanya.

Baca Juga  Aksi Kemanusiaan Muhammadiyah Jatim di Kawasan Perkebunan Kelapa Sawit

Tamhid menambahkan, Lazismu kini telah memiliki sistem informasi keuangan baru yang mendukung pengelolaan zakat, infak, dan sedekah secara lebih luas. Sistem tersebut dinilai mampu memperluas jangkauan penghimpunan dana tanpa batas wilayah.

“Lazismu saat ini sudah membuat sebuah sistem keuangan yang baru yang disebut dengan sistem informasi keuangan kaitannya dengan infak, zakat, dan sedekah. Ini saya kira sebuah kesempatan karena dengan sistem ini maka bisa menjangkau tanpa batas,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan jaringan donatur serta optimalisasi data yang telah dimiliki Lazismu. Peran relawan, pengurus, dan amil, lanjutnya, menjadi faktor penentu dalam memperluas jaringan tersebut.

“Yang dibutuhkan adalah, pertama, jaringan. Membangun jaringan tentu jaringan yang tadi saya sampaikan itu adalah jaringan yang dibutuhkan dari para donatur. Ini menjadi sangat penting,” ungkapnya.

Terkait target penghimpunan sebesar Rp35 miliar selama Ramadan, Tamhid menilai angka tersebut masih rasional untuk dicapai. Ia optimistis target itu dapat direalisasikan melalui kerja kolektif seluruh elemen Lazismu Jawa Timur.

“Maka tantangan Rp35 miliar saya kira sesuatu yang rasional bagi Lazismu Jawa Timur dan insya Allah itu akan bisa tercapai dalam Ramadan kali ini,” pungkasnya.

Baca Juga  Busyro Muqoddas Viral Usai Minta MBG Dihentikan, Ini Rekam Jejak Mantan Ketua KPK