Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Relevansi SMK di Tengah Potensi Dunia Kerja Global

MAKLUMAT — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa berbagai program pemerintah mengenai SMK yang berlangsung akan terus diperkuat. Hal ini utamanya agar SMK semakin relevan di tengah dinamika pendidikan hingga aspek tenaga kerja.

Hal itu ia sampaikan saat agenda Peresmian Gedung Desain Komunikasi Visual SMK Muhammadiyah 3 Ngoro, Mojokerto atau yang juga dikenal sebagai SMK Mutia Ngoro, Kamis (12/2/2026). Dalam kesempatan ini, ia juga menyebutkan, kini semakin banyak lulusan SMK melanjutkan kuliah, baik di dalam maupun luar negeri.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa pemerintah kini juga sedang memasifkan program SMK dengan masa belajar selama empat tahun. “Harapan kami, yang empat tahun itu mereka lebih siap dengan dunia kerja. Selain memperdalam skill di satu tahun terakhir, tapi juga agar usianya relevan dengan dunia kerja,” jelasnya.

Abdul Mu’ti menambahkan, SMK-SMK hari ini juga dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri. Pemerintah menjalin kontrak dengan beberapa perusahaan di berbagai negara agar siswa dapat menyiapkan diri sebelum bekerja di luar negeri.

“Kita bekali bukan hanya skillnya, tapi bahasa dan budayanya. Jadi tidak kaget. Sektornya cukup besar,” ujarnya.

Baca Juga  SMK: Menuju Generasi Siap Kerja dan Mandiri

Ia menekankan, peluang kerja di luar negeri sangat banyak dan beragam. Di Jepang, misalnya, ada kebutuhan tinggi untuk tenaga home care. Sementara di Korea, tersedia lapangan kerja di industri pengelolaan bawah laut.

Selain itu, Mendikdasmen mendorong SMK agar senantiasa membaca potensi lokal yang dinamis. Ia menilai, potensi ini harus dimanfaatkan untuk membuat SMK lebih relevan dengan kebutuhan daerah masing-masing.

“Presiden punya komitmen untuk mendorong kemandirian pangan. Misalnya ada SMK Pertanian, ini akan kita akomodasi. Misal di Mojokerto mau mendirikan, akan sangat bagus,” jelasnya.

Kritik yang menilai SMK tidak relevan atau hanya penyuplai pengangguran dijawab dengan berbagai program yang sudah diimplementasikan untuk menyesuaikan SMK dengan perkembangan zaman. Mendikdasmen juga mengajak semua pihak terus bekerja sama menguatkan berbagai program yang ada.

“Pendidikan itu future, mereka akan menjadi generasi hebat yang memimpin negeri ini. Mudah-mudahan semua SMK, tak terkecuali SMK Mutia ini bisa berkembang,” tandasnya.​