Mendorong Peningkatan Standar Layanan AUMSOS, Memperkuat Profesionalisme Pekerja Sosial

Series Webinar Pengajian Peneguhan Ideologi Muhammadiyah ke-9 yang digelar MPKS PP Muhammadiyah pada Jumat (3/4/2026). (Foto: tangkapan layar)

MAKLUMAT — Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PP Muhammadiyah kembali menyelenggarakan Series Webinar Pengajian Peneguhan Ideologi Muhammadiyah ke-9 pada Jumat (3/4/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 117 peserta yang berasal dari unsur MPKS PP Muhammadiyah, MPKS PWM, MPKS PDM, serta pengelola Amal Usaha Muhammadiyah Bidang Sosial (AUMSOS) dari seluruh Indonesia, dengan mengangkat tema “Standar Layanan LKS-AUMSOS: Meningkatkan Profesionalisme Kelembagaan dan Pekerja Sosial”.

Forum tersebut merupakan bagian dari upaya strategis MPKS dalam memperkuat kapasitas kelembagaan dan sumber daya manusia AUMSOS secara berkelanjutan, sekaligus menjadi ruang konsolidasi ideologis, organisatoris, dan teknokratis dalam mendorong transformasi layanan sosial Muhammadiyah yang berkemajuan.

Acara dibuka oleh Ustaz Ridwan Furqoni MPd, yang mewakili Ketua MPKS PP Muhammadiyah Dr Mariman Darto MSi. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penguatan kualitas layanan sosial Muhammadiyah melalui peningkatan profesionalisme, tata kelola, serta integrasi dengan sistem kesejahteraan sosial nasional.

Hal itu dinilai sangat penting karena Muhammadiyah bekerjasama dengan banyak pihak termasuk pemerintah dan Lembaga-lembaga internasional.

Materi utama disampaikan oleh Ketua Bidang Perlindungan Jaminan Sosial MPKS PP Muhammadiyah, Zaenal Abidin SSos MSi. Ia menekankan bahwa AUMSOS sebagai bagian dari Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial, baik dalam bentuk layanan residensial maupun non-residensial.

Baca Juga  Wacana Pungut Pajak Judi Online, Haedar Nashir Ingatkan Pemerintah

AUMSOS mencakup berbagai bentuk layanan seperti panti asuhan, layanan lansia, disabilitas, hingga rumah singgah, yang seluruhnya diarahkan pada optimalisasi fungsi sosial individu, keluarga, dan masyarakat.

Lebih lanjut, Zaenal menandaskan bahwa penguatan profesionalisme AUMSOS harus ditopang oleh beberapa aspek, di antaranya legalitas kelembagaan yang sesuai dengan regulasi pemerintah, peningkatan kapasitas SDM melalui pelatihan dan sertifikasi pekerja sosial, penerapan standar layanan yang menjamin kualitas pengasuhan dan perlindungan, serta penguatan kemitraan dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Tingginya antusiasme peserta yang terlibat dalam diskusi, khususnya terkait isu peningkatan manajemen AUMSOS, sertifikasi, akreditasi, serta penguatan tata kelola layanan sosial, memaksa webinar yang semula dijadwalkan berlangsung selama 1,5 jam akhirnya berlangsung lebih panjang.

Diskusi yang hangat dan partisipatif mencerminkan tingginya kebutuhan akan ruang pembelajaran bersama di kalangan pengelola AUMSOS, sekaligus menegaskan pentingnya forum seperti ini dalam mendorong peningkatan kualitas layanan sosial Muhammadiyah secara nasional.

Series webinar tersebut merupakan bagian dari agenda besar MPKS PP Muhammadiyah tahun 2026 dengan tema “Pengajian Berkemajuan untuk Kesejahteraan Sosial Berkeadaban”, yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas kepemimpinan, tata kelola organisasi, serta jejaring kolaborasi dalam mewujudkan pelayanan sosial Muhammadiyah yang profesional, berintegritas, dan berdampak luas bagi masyarakat.

Baca Juga  LHKP PP Muhammadiyah: Aspirasi Pemakzulan Gibran Sah, Asal Konstitusional