MAKLUMAT — Muhammadiyah bersama Al-Quds University secara resmi menyepakati nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait kerja sama strategis di bidang kemanusiaan dan isu global. Kesepakatan tersebut ditandatangani usai strategic meeting yang digelar pada Selasa (13/1/2025) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Yayah Khisbiyah, dalam wawancara eksklusif Rabu sore (14/1), menyatakan bahwa pertemuan strategis tersebut merupakan langkah penting untuk mempertegas solidaritas Muhammadiyah terhadap Palestina.
Menurut Yayah, komitmen tersebut tidak berhenti pada isu kemanusiaan darurat, tetapi diarahkan pada kerja sama strategis yang berkelanjutan berbasis pendidikan, riset, dan pembinaan perdamaian. “Hasil diskusi tersebut kemudian dituangkan secara formal dalam MoU antara PP Muhammadiyah dan Al-Quds University, sehingga menjadi landasan institusional untuk membangun kolaborasi akademik dan kemanusiaan yang setara, berkelanjutan, dan bermartabat dengan semangat South-South Cooperation,” ujar Yayah seperti dilansir laman resmi Muhammadiyah.
Ia menjelaskan bahwa ruang lingkup kerja sama dirancang secara realistis dan bertahap, mencakup program jangka pendek dan jangka panjang.
Dalam jangka pendek, kerja sama difokuskan pada penyelenggaraan program akademik seperti kuliah umum, seminar internasional, dan diskusi tematik tentang isu perdamaian dan keadilan global. Selain itu, juga mencakup pertukaran akademik non-gelar, kolaborasi riset awal pada isu kesehatan masyarakat, trauma kolektif, pendidikan di wilayah konflik, dan peace studies, serta dukungan kemanusiaan berbasis penguatan kapasitas lokal dan institusi pendidikan.
Adapun dalam jangka panjang, kerja sama diarahkan pada riset bersama dan publikasi internasional, pengembangan program akademik strategis dan pusat kajian bersama, skema beasiswa serta wakaf atau endowment pendidikan untuk menjamin keberlanjutan akses pendidikan tinggi, serta penguatan jejaring akademik Global South yang adil dan setara. “Bagi Muhammadiyah, kerja sama ini merupakan bentuk internationalization with values, yakni internasionalisasi yang berakar pada misi keislaman, kemanusiaan, dan keadilan sosial,” jelas Yayah.
Diplomasi dalam Kerangka Islam Berkemajuan
Sebagai lembaga yang berfokus pada kolaborasi, diplomasi, dan advokasi internasional, LHKI PP Muhammadiyah terus menjalankan mandat penguatan diplomasi kemanusiaan, kajian konflik, trauma kolektif, serta rekonsiliasi berbasis komunitas.
LHKI juga berkomitmen memperkuat kolaborasi lintas majelis, amal usaha, dan perguruan tinggi Muhammadiyah, sekaligus memperluas jejaring internasional dengan universitas dan organisasi masyarakat sipil global. “Semua langkah ini ditempatkan dalam kerangka Islam berkemajuan yang berorientasi pada pembebasan dari opresi, peningkatan martabat manusia, dan bina perdamaian berkelanjutan,” pungkas Yayah.
Kerja sama Muhammadiyah dan Al-Quds University menegaskan bahwa dukungan terhadap Palestina tidak hanya diwujudkan melalui empati, tetapi juga melalui pengetahuan, keberlanjutan, dan solidaritas strategis.
Bagi Muhammadiyah, kerja sama ini merupakan ikhtiar jangka panjang untuk menghadirkan Islam sebagai kekuatan pembebasan dan perdamaian global, khususnya di kawasan Global South, melalui pendidikan, riset, dan kerja kemanusiaan yang terinstitusionalisasi.













