26.3 C
Malang
Minggu, Juni 23, 2024
KilasMuhammadiyah Berpihak di Pemilu 2024, Sukseskan Caleg KaderMu

Muhammadiyah Berpihak di Pemilu 2024, Sukseskan Caleg KaderMu

Ketua LHKP PWM Jatim Muhammad Mirdasy

PROSES pemungutan suara pada pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 tinggal menghitung hari. Masyarakat Indonesia akan menggunakan hak pilihnya untuk memilih pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, Calon Anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Republik Indonesia, anggota legislatif tingkat pusat, provinsi serta kabupaten/kota pada tanggal 14 Februari 2024 lusa.

Menyongsong pesta demokrasi tersebut, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur Muhammad Mirdasy mengatakan, pada dasarnya berpolitik adalah keberpihakan. Sebab, ketika seseorang pemilih berada di bilik suara, maka ia harus menggunakan hak pilihnya dengan baik.

“Suka atau tidak suka, ketika kita di bilik suara akan memilih calon. Sesuai aturan undang-undang tidak boleh kita mencoblos (memilih) lebih dari satu nama atau partai politik. Atau malah tidak mencoblos sama sekali. Jadi, kita harus memilih satu pilihan, jika lebih itu tidak sah. Itulah namanya keberpihakan,” katanya kepada maklumat.id, Sabtu (3/2/2024).

Dalam Pemilu 2024 ini setiap pemilih akan menerima 5 surat suara. Mulai dari surat suara pemilihan Presiden (Pilpres), surat suara pemilihan anggota DPD RI, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, anggota DPRD Provinsi hingga surat suara pemilihan anggota DPRD Kabupaten atau Kota.

Mirdasy menerangkan, soal pilihan pasangan calon Presiden-Wakil Presiden, pihaknya mengikuti sikap dari Persyarikatan Muhammadiyah yang tidak condong ke salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Muhammadiyah juga membebaskan kader-kadernya untuk memilih sesuai dengan hasil telaahnya masing-masing.

“Keberpihak kita di Pilpres ada di diri masing-masing kader atau anggota Muhammadiyah. Secara organisasi, Muhammadiyah tidak berpihak atau condong ke salah satu calon Presiden-Wakil Presiden,” jelasnya.

Sementara, Mirdas menegaskan, soal pemilihan anggota legislatif, terutama pemilihan calon anggota DPR RI, secara tidak langsung Persyarikatan telah menunjukkan keberpihakannya untuk turut serta menyukseskan kader-kadernya yang sedang berkontestasi di Pemilu 2024.

Dukungan Persyarikatan terhadap calon anggota legislatif yang berlatarbelakang kader Muhammadiyah, kata dia, sebagaimana tertuang dalam program PP Muhammadiyah bertajuk satu dapil satu caleg KaderMu (kader Muhammadiyah).

“Arahan dan tugas dari PP Muhammadiyah itu jelas kepada kita di Jatim, mereka ingin punya banyak wakil di DPR RI sebagai representasi Persyarikatan di Senayan. Bukan untuk urusan Pilpres,” ungkap Ketua JipolMu PWM Jatim.

Maka dari itu, Mirdasy menghimbau, supaya warga Muhammadiyah, utamanya di Jatim, tidak hanya larut dalam uforia dukung mendukung Pilpres 2024 saja. Namun, harus pula memikirkan bagaimana bisa memenangkan caleg KaderMu agar bisa duduk menjadi anggota DPR RI di Senayan.

Selain itu, segenap warga Muhammadiyah, Aisyiyah dan ortom diminta selektif dalam memilih calon yang benar-benar kader dan layak dititipi aspirasi Muhammadiyah. “Gunakan hak pilih kita dengan baik. Mari kita berbondong bondong mendatangi TPS untuk nyoblos. Pilih caleg KaderMu yang bisa dititipi aspirasi Muhammadiyah,” serunya.

Mantan Ketua PWPM Jatim itu pun berharap, segenap warga Muhammadiyah maupun Aisyiyah mau mendengarkan arahan, saran dan anjuran dari pimpinan Persyarikatan. Terutama mendengarkan nama caleg KaderMu yang telah disosialisasikan oleh tim jihad politik Muhammadiyah (JipolMu) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

“Kami mohon segenap warga Muhammadiyah dan Aisyiyah di Jatim memperhatikan nama-nama yang telah disosialisasikan oleh JipolMu PWM Jatim. Ingat bahwa politik itu berpihak. Suka atau tidak suka kita harus memilih dan menggunakan hak pilih kita,” tegasnya.

Menurut Mirdasy, keberpihak warga Muhammadiyah, Aisyiyah dan ortom-ortomnya terhadap caleg kaderMu yang telah disosialisasikan oleh JipolMu Jatim itu sangatlah penting. Hal itu supaya cita-cita Persyarikatan untuk memiliki wakil di setiap dapil bisa terwujud dengan baik .

“Mudah mudahan dengan waktu yang tersisa ini bisa efektif untuk dipakai meraup suara dan memenangkan kontestasi. Sehingga harapan setiap dapil, ada kader Persyarikatan yang terpilih menjadi anggota dewan terealisasi dengan baik,” tandasnya.(*)

Reporter: Ubay NA

Editor: Aan Hariyanto 

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sponsor

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Lihat Juga Tag :

Populer