Musim Hujan Jatim Mundur, BMKG: Baru Mulai Desember

Musim Hujan

MAKLUMAT — Musim kemarau di Jawa Timur, termasuk Madiun dan sekitarnya, diprakirakan masih berlangsung hingga November 2026. BMKG memprediksi musim hujan baru mulai memasuki sebagian besar wilayah Jawa Timur pada Desember.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda BMKG, Trya Chandra Meilusiani, menyampaikan prakiraan tersebut dalam dialog program Informasi Cuaca Programa 1 RRI Madiun, Rabu (30/9/2026).

“Untuk wilayah Madiun tepatnya atau wilayah Jawa Timur, untuk musim kemarau kami prakirakan akan masih terus bertahan hingga bulan November. Kemudian kami prakirakan untuk awal musim hujan pada tahun ini akan jatuh pada bulan Desember,” kata Trya dikutip dari laman RRI.

Ia menjelaskan, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada Februari 2027. Sifat curah hujan pada periode tersebut diprakirakan berada dalam kategori normal.

Waspadai Cuaca Ekstrem Saat Pancaroba

BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat memasuki masa peralihan musim atau pancaroba. Perubahan cuaca yang berlangsung cepat dapat memicu pertumbuhan awan Cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem.

“Untuk masa peralihan sendiri biasanya cuacanya lebih cenderung terjadi perubahan yang secara signifikan karena banyak pertumbuhan awan-awan Cumulonimbus baik secara lokal yang bisa menyebabkan adanya potensi puting beliung, petir, dan hujan lebat disertai angin,” ujar Trya.

Baca Juga  Banyak Hewan Muncul di Musim Hujan, Waspada Dampak Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Perubahan suhu yang cukup drastis selama masa transisi juga perlu diantisipasi karena dapat memengaruhi kondisi kesehatan masyarakat.

Madiun Masih Cerah hingga Tiga Hari

Untuk prakiraan jangka pendek, BMKG memperkirakan wilayah Madiun masih didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan dalam tiga hari ke depan.

Hujan tetap berpotensi terjadi, tetapi bersifat lokal dan tidak merata. Suhu udara di Kota Madiun diperkirakan berada dalam kisaran normal dengan suhu maksimum mencapai sekitar 33 derajat Celsius.

Kondisi kemarau yang masih berlangsung juga membuat kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan tetap diperlukan.

Trya mengatakan pemantauan titik panas (hotspot) terus dilakukan. Untuk Kabupaten Madiun, BMKG memperkirakan terdapat satu titik hotspot dengan tingkat kerawanan rendah.

“Untuk wilayah Madiun, kami prakirakan untuk titik hotspot-nya hanya ada satu, rendah,” tutur Trya.

BMKG mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan selama periode kemarau dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lingkungan. Kesiapsiagaan juga perlu diperkuat menjelang masa peralihan menuju musim hujan.***