Muslimah Basketball Surabaya, Saat Olahraga Jadi Jalan Dakwah dan Ukhuwah

MAKLUMAT – Ada banyak jalan untuk berdakwah. Kesehatan, pendidikan, fesyen, hingga olahraga bisa menjadi jalan dakwah. Jalan yang dipilih sekelompok muslimah asal Surabaya cukup ringkas merajut ukhuwah sekaligus dakwah.

Kemasanannya adalah komunitas Muslimah Basketball Surabaya atau MBS. Komunitas ini berdiri pada 2023 yang diinisiasi oleh sekelompok muslimah dan dibentuk menjadi komunitas secara resmi oleh Khadija Rahmayanti Subiakto. Tidak ada batasan untuk bergabung di komunitas ini.

“Sesuai namanya, member harus menggunakan pakaian tertutup dan berhijab saat berkumpul di lapangan. Saat berlatih. Persoalan di luar lapangan belum berhijab, tidak masalah karena untuk berhijab secara utuh itu bertahap,” kata Khadijah saat dijumpai di lapangan W Arena, kawasan Kenjeran, Surabaya, Sabtu (16/8/2026).

Menurutnya komunitas ini harus mengedepankan adab dan akhlaq. Bukan pesoalan hijabnya, tapi syariat menjalankan ibadah. Sebab, lanjutnya, banyak pandangan bahwa hijab adalah budaya Arab Saudi atau Timur Tengah pada umumnya.

Ia menepis anggapan itu. Pada dasarnya, pakaian syar’i layaknya muslimah juga dikenakan warga Timur Tengah yang beragama lain. Ia juga menyebut banyak saudara nonmuslim yang pakaiannya mirip hijab syar’i.

Mengapa Basket?

Wanita kelahiran Bogor ini memilih jalan yang jarang dilirik masyarakat pada umumnya. Berdakwah melalui olahraga. Sebetulnya banyak (sarana berdakwah), tapi ia tidak menampik basket untuk muslimah jarang dilirik.

“Saya bisa memahami pertanyaan itu. Orang akan bertanya mengapa harus basket, apa tidak ada olahraga lain?” kata ibu dua anak ini menambahkan.

Baca Juga  10 Bulan Usai Dikunjungi Bahlil, Pembangunan Asrama Putra Mu’allimin Tinggal Finishing

Menurutnya, komunitas ini berawal kumpul-kumpul main bareng sesama muslimah di Yogyakarta. “Dan proses (terbentuknya komunitas) natural,” tegasnya.

Dari pertemuan ini kemudian lahirlah komunitas MBS di Jawa Timur, sekaligus pionir komunitas basket muslimah. Selanjutnya, MBS telah didaftarkan ke notaris untuk mendapatkan legal formal. Komunitas ini berkembang yang awalnya hanya belasan orang di tahun 2023, kini sudah tembus 180 anggota.

Khadijah mengaku kerap dihadapkan jadwal latihan. Bukan persoalan tempat jauh atau dekat, tapi untuk mengakomodir semua anggota. “Dari 180 member, yang ikut latihan dibatasi maksimal 25-30 orang dan itu sudah membuat pusing memilih lokasi latihan,” terangnya berkelakar.

Basket menjadi sarana dakwah bagi ratusan muslimah asal Surabaya. Foto: dok.MBS.

Otomatis mencari gedung yang memiliki dua court agar bisa berlatih bersama. Meskipun yang hadir di lapangan tidak semua latihan sampai fungame, karena pada satu jam awal full latihan basic, lberlanjut full FunGame di jam kedua.

Ia tidak menampik ada anggota yang datang untuk nyemil kue atau jajanan. Ada juga yang main nggak lebih dari 10 menit, kemudian foto-foto. Bagi anggota lain itu bukan persoalan, justru melahirkan ukhuwah.

Satu hal yang ia tekankan di dalam organisasi ini adalah cara pandang masyarakat terhadap wanita berhijab. Komunitas ini ingin mengikis kesan bahwa wanita berhijab dan berpakaian syar’i tidak bisa berolahraga.

“Itu pandangan salah. Memang ada sebagian pakaian yang tidak bisa bebas. Tapi tidak menyurutkan kami untuk berolahraga dan berdakwah,” lanjutnya menegaskan.

Baca Juga  Awal Tahun 2026, Serikat Usaha Muhammadiyah Gelar Kopdar Akbar Nasional di Yogyakarta

Keragaman Anggota

Kini MBS telah berkembang dengan anggota mencapai 180. Dari jumlah itu latar belakangnya beragam. Ada yang dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persis, Salafi, LDII dan organisasi kesilaman lainnya.

Bagi Khadijah itu bagus untuk mengakomodir semua komunitas dan merangkul banyak organisasi. Komunitas olahraga ini tidak diarahkan pada satu organisasi tertentu. Garis besarnya adalah dakwah melalui olahraga.

“It’s time to be one ummah’. Selain sebagai muslimah, kami mencintai basket dan saling menjaga keragaman latar belakang,” lanjut Khadijah.

Selain latar belakang organisasi keislaman, keragaman lain dari member ini terdapat mantan atlet, atlet amatir, ibu rumah tangga, pengusaha, dokter, tim medis, sampai pelajar dan mahasiswa.

Cikal Bakal MBI

MBS kerap menggelar uji coba dengan beberapa komunitas. Juga pernah menjajal kekuatan klub lain. “Hasilnya tidak buruk-buruk banget, kami kalah dengan skor yang mepet. Dari hasil itu kami sadar bahwa kami punya potensi besar untuk berkembang,” kenang Khadijah.

Dalam waktu dekat komunitas ini akan menggelar pertandingan yang bersifat rutin. “Bisa turnamen, kejuaraan, atau pertandingan yang bersifat rutin dan resmi,” ungkap Khadijah.

Ia mencontohkan event yang dilaksanakan pada 9 Agustus 2026 lalu, MBS menggelar pertandingan persahabatan atas izin Perbasi Jawa Timur dan Surabaya Muslimah Basketball J-Team Fun Match 2026. Di laga ini MBS mendapat support penuh dari Mama Evi.

Mama Evi adalah Ketua Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Jawa Timur, Grace Evi Ekawati.

Baca Juga  Generasi Muda Didorong Jadi Garda Depan Dakwah Digital yang Berkemajuan
Khadija Rahmayanti Subiakto, inisiator MBS dan MBI. Foto: dok.MBS

Kebesaran MBS telah menarik minat di kota lain untuk mendirikan komunitas serupa. Yang saat ini sudah ada adalah Sidoarjo, Malang, dan Jember. “Kota Kediri dan Gresik segera menyusul,” pungkasnya.

Pada Mei 2026 lalu Muslimah Basketball Indonesia (MBI) berdiri. Keberadaannya tak bisa lepas dari peran MBS yang di gagas oleh Khadijah. Lagi-lagi Muslimah Basketball Yogyakarta yang menjadi kota pilihan berdirinya MBI, sekaligus inspirator dari Khadija untuk membangun dakwah di Jawa Timur dengan konsep yang lebih terstruktur.

Jalan Dakwah dan Mua’amalah

Di balik kesibukan mengurus olahraga, MBS juga memilikk underbow yang meliputi ruang ekonomi bernama MBS mu’amalah, sosial, dan dakwah. Belum lama ini MBS telah mengirim bantuan ke Aceh dan Sumatra Utara yang dilanda banjir bandang.

Urusan usaha, MBS juga memberi kesempatan kepada member untuk mengembangkan bisnis UMKM mulai dari fashion, crafting, kuliner dan skincare di area pertandingan. Sebagai bentuk dukungan untuk kesejahteraan ekonomi muslimah, ruang ini serempak hadir di semua Muslimah Basketball di Jawa Timur.

Jalan dakwah melalui olahraga memiliki irisan kuat. Bahkan Nabi Muhammad SAW menganjurkan setiap umatnya untuk berolahraga. Memanah, berkuda, berenang, lari dan gulat adalah olahraga yang dianjurkan Nabi Muhammad, dan telah diriwayatkan para sahabat.

Dan di dalam Islam figur wanita digambarkan sebagai sosok yang tangguh, kuat, mandiri, di balik hijab yang panjang