Pagelaran Reog Ki Macan Ngguyangan Pucangro Lamongan Meriahkan Tahun Baru Islam dan Hari Jadi ke-11

Pucangro

MAKLUMAT — Pemerintah Desa Pucangro bersama Paguyuban Reog Ki Macan Ngguyangan menggelar pertunjukan kesenian reog dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram sekaligus hari jadi ke-11 paguyuban tersebut di Desa Pucangro, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung pada malam hari itu dihadiri masyarakat dari berbagai dusun di Desa Pucangro. Selain menjadi hiburan rakyat, acara tersebut juga menjadi sarana pelestarian budaya lokal yang masih terus dijaga oleh masyarakat setempat.

Kepala Desa Pucangro, H Zuli Kasmawanto mengapresiasi pengurus dan anggota Paguyuban Reog Ki Macan Ngguyangan yang secara konsisten menggelar kegiatan budaya di tengah masyarakat.

“Atas nama Pemerintahan Desa, saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus, ketua, dan seluruh anggota Reog Ki Macan Ngguyangan yang telah membangun kegiatan malam ini. Ini merupakan apresiasi yang luar biasa bagi pemerintah desa,” katanya kepada wartawan Maklumat.id.

Ia menilai kegiatan kesenian yang rutin diselenggarakan warga, khususnya di lingkungan RT 04, telah memberikan ruang positif bagi masyarakat untuk berkumpul dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial maupun budaya.

Menurutnya, pelestarian budaya daerah perlu terus dilakukan agar nilai-nilai kearifan lokal tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Karena itu, pemerintah desa berkomitmen mendukung berbagai kegiatan masyarakat yang mengandung unsur budaya maupun keagamaan.

Baca Juga  Pemdes Pucangro Gelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah, Ikhtiar Regenerasi Modin Desa

“Kegiatan seperti ini perlu kita lestarikan agar budaya Jawa tidak sampai hilang. Di era modern seperti sekarang, kita harus tetap menghidupkan kembali nilai-nilai budaya yang baik sehingga desa kita tetap memiliki nuansa yang positif, baik dalam urusan keagamaan maupun kesenian,” ujarnya.

Selain melibatkan masyarakat dan pengurus paguyuban, kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari mahasiswa KKN 61 UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) Desa Pucangro. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai peserta, tetapi turut terlibat dalam berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan acara.

Sejumlah mahasiswa mengambil peran sebagai pembawa acara berbahasa Indonesia dan Jawa, dirijen, dokumentasi kegiatan, hingga membantu persiapan para penari melalui tata rias sebelum pertunjukan berlangsung. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari proses belajar sekaligus kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan KKN.

Mahasiswa KKN 61 UINSA Desa Pucangro, Rafi Ahmad Firmansyah, yang bertugas sebagai pembawa acara, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut.

“Menjadi MC dalam acara budaya seperti ini memberikan pengalaman yang berbeda bagi saya. Kami belajar beradaptasi dengan masyarakat sekaligus memahami bagaimana budaya lokal tetap dijaga dan dilestarikan bersama,” katanya.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam berbagai aspek kegiatan menunjukkan bahwa program KKN tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga membangun kedekatan dengan masyarakat melalui aktivitas sosial dan budaya.

Baca Juga  KKN 61 UINSA Surabaya Ditantang Cari Solusi Banjir Desa Pucangro Lamongan

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Paguyuban Reog Ki Macan Ngguyangan, Sutejo, mengatakan peringatan hari jadi ke-11 tahun ini mengangkat tema Nandur Adiluhung Ngunduh Kamuliyan Peradaban.

Tema tersebut dipilih sebagai pengingat pentingnya menanamkan nilai-nilai luhur, budi pekerti, dan warisan budaya kepada generasi muda melalui kesenian tradisional yang hidup di tengah masyarakat.

“Tema ini mengandung makna bahwa kita sedang menanam kebaikan, budi pekerti, dan nilai-nilai luhur para leluhur kepada generasi muda. Semoga bulan Satu Sura ini menjadi momentum untuk introspeksi diri kepada Allah SWT dan menjaga kerukunan antarsesama, karena kesenian reog bukan hanya hiburan, tetapi juga wadah gotong royong,” jelasnya.

 

*) Penulis: Muhammad Bimo Wijoyo