Paus Leo XIV Terima Rektor UMY di Vatikan, Ini Isi Pembahasannya

Paus Leo XIV menerima langsung Rektor UMY di Vatikan.

MAKLUMAT — Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., diterima langsung oleh Paus Leo XIV dalam audiensi publik di Vatikan pada 6 Mei 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momen penting dalam upaya mempererat hubungan Muhammadiyah dengan Vatikan sekaligus memperkuat dialog antaragama di tingkat global.

Dalam konferensi pers di kampus UMY, Senin (11/5), Nurmandi mengungkapkan bahwa pembahasan utama bersama Paus Leo XIV berkaitan dengan kerja sama antarumat beragama untuk menjaga perdamaian dunia.

“Kami menyampaikan kepada Paus bahwa kami sudah bertemu dengan Kardinal Koovakad dan melihat perlunya kerja sama antarumat beragama di dunia untuk menjaga perdamaian dunia,” ujar Nurmandi.

Menurutnya, Paus Leo XIV menyambut positif gagasan tersebut dan berharap kerja sama antara Muhammadiyah dan Vatikan dapat segera diwujudkan dalam langkah konkret.

“Beliau menyampaikan sangat setuju dan berharap kerja sama ini segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret antara Muhammadiyah dan Vatikan,” lanjutnya.

Bahas Kerja Sama Muhammadiyah dan Vatikan

Sebelum bertemu Paus Leo XIV, delegasi UMY lebih dulu melakukan pertemuan dengan Kardinal George Jacob Koovakad selaku Prefek Dikasteri Dialog Antaragama Vatikan pada 5 Mei 2026.

Baca Juga  Himpun Dana Rp11,5 Miliar, PWM Jatim Kirim Bantuan ke Langkat dan Aceh Tamiang

Pertemuan itu membahas peluang kolaborasi antara Muhammadiyah dan Vatikan dalam membangun dialog lintas agama dan memperkuat perdamaian global.

Audiensi bersama Paus menjadi penegasan dukungan tertinggi Vatikan terhadap inisiatif tersebut.

Nurmandi menjelaskan bahwa hanya dua orang yang mengikuti audiensi langsung bersama Paus Leo XIV, yakni dirinya sebagai pimpinan delegasi UMY dan Duta Besar Indonesia untuk Vatikan, Johanes Tris Kuncahyono.

Dari rangkaian pertemuan tersebut, Muhammadiyah dan Vatikan menyepakati dua agenda besar.

Pertama, Muhammadiyah diundang menghadiri Forum Assisi pada 28 Oktober 2026 di Roma untuk membahas dialog antaragama dan perdamaian dunia.

Kedua, Vatikan berencana mengirimkan Duta Besarnya untuk menghadiri Muktamar Muhammadiyah 2027 di Medan pada 18–22 November 2027.

Vatikan Soroti Islam Indonesia

Sekretaris Universitas UMY, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, menilai penerimaan Paus Leo XIV terhadap delegasi UMY menunjukkan bahwa Vatikan memandang serius hubungan kerja sama dengan Muhammadiyah.

Menurutnya, Vatikan melihat Islam Indonesia sebagai kekuatan moderat yang aktif mempromosikan toleransi dan perdamaian.

“Vatikan memandang Islam di Indonesia sebagai Islam yang berbeda karena arus besarnya mempromosikan perdamaian, toleransi, pelayanan umat, bahkan kemajuan umat,” jelas Bachtiar.

Baca Juga  Sambut Positif Fatwa Muhammadiyah tentang Penyembelihan Dam, Kemenhaj: Memudahkan Jemaah Haji

Ia menambahkan, kerja sama dengan Vatikan akan menjadi pintu pembuka bagi Muhammadiyah untuk memperluas jejaring dialog internasional dengan berbagai organisasi keagamaan dunia.

“Langkah bersama Vatikan ini menjadi titik awal dari gerakan yang lebih besar,” pungkasnya.***