Pembinaan Kepala dan Kaur LKSA Muhammadiyah Tambaksari: Momentum Muhasabah dan Naik Kelas

LKSA Muhammadiyah Tambaksari, Surabaya, menggelar pembinaan internal bagi Kepala dan Kepala Urusan (Kaur) pada Sabtu (8/8/2026). (Foto: Dok. Panitia)

MAKLUMAT — Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Tambaksari, Surabaya, menggelar pembinaan internal bagi Kepala dan Kepala Urusan (Kaur) pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola lembaga, konsolidasi internal, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan pemberdayaan santri.

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, M Arief An, menandaskan bahwa LKSA Muhammadiyah Tambaksari sebagai salah satu LKSA Muhammadiyah yang telah lama berdiri di Kota Pahlawan perlu terus melakukan penguatan kelembagaan, supaya semakin profesional dan berkembang.

Menurutnya, pembinaan internal dapat menjadi ruang evaluasi sekaligus memperkuat komunikasi antarpengelola lembaga.

“Momentum ini menjadi ruang muhasabah bagi semua pihak untuk saling membuka pikiran, bertukar gagasan, dan memperkuat komunikasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan forum tersebut sebagai ruang evaluasi dan koreksi bersama agar berbagai persoalan dapat diselesaikan secara terbuka. Semangat tersebut, kata dia, perlu dibangun dalam kerangka fastabiqul khairat.

Dalam kesempatan itu, M Arief An juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan LKSA. Menurutnya, keterbukaan diperlukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat, terutama dalam hal pengelolaan keuangan dan manajemen lembaga.

“Semua harus dikelola secara terbuka, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Ini bagian dari menjaga marwah persyarikatan dan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas SDM, MPKS PWM Jatim Gelar Coaching Clinic

Sementara itu, Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) PDM Kota Surabaya, Ferry Yudi Antonis Saputro, mendorong jajaran Kepala dan Kaur LKSA Muhammadiyah Tambaksari untuk memperkuat komunikasi dengan berbagai pihak serta melakukan konsolidasi secara berkala.

“Tetap jalin komunikasi dengan semua pihak, sering melakukan konsolidasi internal sesama Kaur. Semua pihak harus berorientasi jangka panjang untuk pemberdayaan para santri,” pesannya.

Menurut Ferry, pengelolaan LKSA tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan dasar anak. Lembaga juga memiliki tanggung jawab dalam mempersiapkan anak-anak yang berada dalam pembinaan agar memiliki bekal untuk menghadapi masa depan.

“Visi besarnya adalah mendesain Generasi 2045 yang Qur’ani, berkarakter, dan tangguh,” pungkasnya.

Pembinaan internal tersebut menjadi bagian dari evaluasi dan penguatan pengelolaan LKSA Muhammadiyah Tambaksari. Penguatan tata kelola, transparansi, komunikasi, dan konsolidasi diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan serta program pemberdayaan bagi para santri.