Petani Didorong Mandiri, Pemkab Jember Kawal Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

MAKLUMAT – Pemerintah Kabupaten Jember mulai menggeser fokus kebijakan pertanian. Tidak sekadar memperbesar anggaran dan program, pemkab kini menekankan pengawalan distribusi pupuk subsidi agar tepat sasaran. Sekaligus membuka ruang bagi petani untuk mengembangkan pupuk organik secara mandiri.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa keberpihakan pemerintah terhadap sektor pertanian bukan sekadar jargon. Anggaran pertanian pada 2025 yang bersumber dari APBD dan APBN disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah di Jember. Bahkan, masih akan ditingkatkan pada 2026.

Namun, di balik besarnya anggaran tersebut, Gus Fawait -sapaan karibnya- mengingatkan bahwa kunci utama terletak pada efektivitas distribusi dan pengelolaan di lapangan. ”Yang paling penting bagi kami adalah memastikan pupuk subsidi benar-benar sampai kepada petani sesuai kebutuhan masing-masing,” ujarnya dalam kegiatan Bunga Desaku di Kecamatan Mumbulsari, Rabu (8/4/2026).

Menurut dia, pemerintah tidak perlu mengambil peran yang dapat dijalankan masyarakat, termasuk dalam produksi pupuk organik. Pemkab memilih fokus pada pengawasan distribusi pupuk subsidi. Sementara, pengembangan pupuk organik didorong menjadi ranah kelompok tani.

Langkah tersebut diambil setelah ditemukan banyak kelompok tani di Jember yang telah mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri. ”Kami ingin memberi kesempatan kepada kelompok tani untuk mengembangkan pupuk organik. Ini dapat menjadi nilai ekonomi tambahan bagi mereka,” kata Fawait.

Baca Juga  Sekali Bayar Dua Destinasi, Wisata Lebaran di Papuma–Watu Ulo Jember Kian Ramai

Ia menegaskan, pemerintah tidak ingin bersaing dengan petani dalam sektor tersebut. Karena itu, intervensi difokuskan pada aspek yang lebih krusial. Yakni, menjamin ketersediaan serta ketepatan distribusi pupuk subsidi.

Secara terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Jember Moh. Djamil menyatakan bahwa penggunaan pupuk organik memiliki dampak penting terhadap kesuburan tanah dalam jangka panjang. Pupuk organik dinilai mampu mengembalikan unsur hara yang dibutuhkan tanaman sekaligus memperbaiki kualitas tanah yang menurun akibat penggunaan pupuk kimia.

”Tanah perlu dikembalikan gizinya. Pupuk organik akan membantu tanah mendapatkan unsur hara yang dibutuhkan tanaman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengembangan pupuk organik tidak dapat dilakukan secara instan. Pemkab masih akan menyusun skema implementasi secara bertahap agar program tersebut berjalan optimal di tingkat kelompok tani.

Untuk alokasi pupuk subsidi tahun ini, Djamil menyebut tidak ada perubahan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total kuota pupuk subsidi di Jember berada di kisaran 124.000 ton.

Hingga Maret 2026, realisasi penyaluran pupuk subsidi telah mencapai sekitar 31 persen. Capaian itu dinilai masih dalam jalur terkendali, meski pengawasan di lapangan tetap diperketat.

Baca Juga  Tekankan Standar Layanan Kesehatan, Gus Fawait: Pasien Harus Jadi Prioritas

Dengan strategi tersebut, Pemkab Jember berharap distribusi pupuk semakin tepat sasaran. Sekaligus mendorong kemandirian petani melalui pengembangan pupuk organik berbasis kelompok. Di saat yang sama, optimalisasi lahan serta program pendukung seperti alsintan dan pompanisasi diharapkan menjadi pengungkit produktivitas pertanian dalam jangka menengah. (SPT)