Prabowo Tegur Keras Pengelolaan Sampah di Bali, Serukan Gerakan Indonesia Asri

Presiden Prabowo Subianto (tengah) menampilkan video sampah di Pulau Bali yang dinilai merusak pariwisata, Senin (2/2/2026). (Foto: Setpres)

MAKLUMAT — Presiden Prabowo Subianto menegur keras pengelolaan sampah di Bali. Teguran itu ia sampaikan setelah menerima banyak keluhan saat kunjungan ke luar negeri. Prabowo bahkan memutar video yang menampilkan kondisi pantai di Bali yang kotor dan dipenuhi sampah.

Prabowo menyebut sejumlah pihak asing menyampaikan kesan negatif terhadap Bali. Mereka menilai Pulau Dewata tidak lagi bersih dan nyaman. “Banyak yang mengeluh, Bali dirty, not nice,” kata Prabowo saat membuka Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Rakornas tersebut dihadiri sekitar 4.473 peserta. Peserta berasal dari unsur pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota.

Di Bali, pemerintahan daerah saat ini dipimpin Gubernur Wayan Koster bersama Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta. Sementara di tingkat kabupaten dan kota, kepemimpinan berada di tangan para bupati dan wali kota se-Bali, mulai dari Denpasar hingga Jembrana.

Dalam pidatonya, Prabowo meminta para bupati dan wali kota segera bergerak. Ia menilai persoalan sampah tidak boleh lagi dibiarkan karena berdampak langsung pada kesehatan masyarakat dan citra pariwisata nasional.

“Maaf bupati dan wali kota. Kalian pegang kendali SD dan SMP. Kenapa tidak bisa, entah Jumat atau Sabtu, dikumpulkan untuk membersihkan sampah?” tegas Prabowo.

Baca Juga  Efisiensi Sampah Mulai Sekarang, TPA Baru di Bali Bukan Solusi Jangka Pendek

Prabowo juga menyiapkan langkah tegas. Ia menyatakan siap mengerahkan aparat teritorial bila kepala daerah tidak mampu mengambil tindakan nyata.
“Kalau tidak bisa, saya kerahkan Dandim, dan Polisi,” ujarnya. Pernyataan itu disambut para komandan distrik militer yang hadir di Sentul International Convention Center (SICC).

Presiden menegaskan Indonesia harus menyatakan perang terhadap sampah. Ia menyebut sampah sebagai sumber penyakit sekaligus ancaman serius bagi sektor pariwisata.

“Sampah itu penyakit. Bagaimana kita bisa menjual pariwisata kalau lingkungan kita kotor?” katanya.

Dalam waktu dekat, Prabowo akan meluncurkan Gerakan Indonesia Asri. Gerakan tersebut merupakan akronim dari Aman, Tertib, dan Resik. Prabowo menegaskan gerakan itu harus hadir dalam bentuk tindakan nyata.

“Semua instansi pemerintahan harus memimpin gerakan ini,” kata Prabowo.

Selain penanganan sampah, Prabowo juga menyoroti penataan lingkungan permukiman. Ia mendorong penggunaan genteng sebagai pengganti atap seng. Pemerintah akan menjalankan program “gentengisasi” dengan melibatkan koperasi.

“Nanti koperasi Merah Putih bisa membuat genteng. Pabrik genteng itu tidak mahal,” ujarnya.

Prabowo menekankan pemerintah pusat dan daerah harus menjalankan penanganan sampah dan penataan lingkungan secara serentak dan konsisten. Ia meminta semua pihak bergerak cepat agar Indonesia kembali bersih dan layak jual di mata dunia.

Baca Juga  Efisiensi Sampah Mulai Sekarang, TPA Baru di Bali Bukan Solusi Jangka Pendek