Program Kementrans Hemat Rp369 Miliar, Serapan Anggaran Mencapai 86 Persen

MAKLUMAT — Kinerja Kementerian Transmigrasi mendapat apresiasi Komisi V DPR. Selain mendukung kelanjutan program pembangunan kawasan transmigrasi pada 2026, DPR juga akan memperkuat anggaran Kementrans. Hal ini terungkap dalam Rapat Evaluasi APBN TA 2025 dan Rencana Program Tahun 2026 di Ruang Komisi V DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pekan lalu.

“Capaian anggaran Kementrans per 3 Januari 2026 dalam realisasi keuangan mencapai 86,02 persen, sementara realisasi fisik mencapai 90,8 persen,” kata Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi melalui rilis, Ahad (8/2/2026).

Viva Yoga menyampaikan, sejumlah program prioritas Kementrans yang akan dilanjutkan pada 2026 meliputi Trans Tuntas, Trans Lokal, Trans Patriot, Trans Karya Nusa, dan Trans Gotong Royong.

“Komisi V mendukung program-program itu, termasuk dukungan dalam anggaran. Dukungan tersebut penting untuk menjaga kelancaran pelaksanaan program. Dukungan dan apresiasi ini menunjukkan bahwa pembangunan kawasan transmigrasi merupakan tanggung jawab semua komponen bangsa,” ujarnya.

Dalam rapat juga terungkap program Trans Gotong Royong berhasil menghemat anggaran hingga Rp369 miliar untuk pembangunan dua satuan permukiman transmigrasi di Kawasan Transmigrasi Batam, Rempang dan Galang (Barelang), Batam, Kepulauan Riau. Total kebutuhan anggaran sebesar Rp490 miliar berhasil dipenuhi melalui sinergi antar kementerian/lembaga. Sementara Kementrans hanya menanggung 24,75 persen.

Baca Juga  Kementrans Kirim Warga Transmigrans Magang ke Jepang, Kementerian P2MI Beri Dukungan

Kontribusi anggaran datang dari berbagai pihak. Badan Pengelolaan (BP) Batam menyumbang Rp168,55 miliar untuk pembangunan 300 unit rumah, sarana, prasarana dan utilitas umum. Kementerian Pekerjaan Umum mengalokasikan Rp172,60 miliar untuk pematangan lahan dan pembangunan infrastruktur permukiman.

Tak hanya itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan mendukung pembangunan kampung nelayan dengan anggaran Rp27,97 miliar. Berkat kolaborasi tersebut, Kementerian Transmigrasi hanya mengeluarkan anggaran sebesar Rp121,38 miliar untuk pematangan lahan, pembangunan sarana, prasarana, dan utilitas umum.