Kerusakan Infrastruktur Hambat Aktivitas Warga Kabupaten Katingan

MAKLUMAT — Kerusakan jalan, jembatan, dan pelabuhan di Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, telah menghambat aktivitas warga. Hal ini secara langsung berpotensi mengganggu kelancaran sirkulasi ekonomi daerah setempat.

 

Wakil Bupati Katingan Firdaus menjelaskan, Katingan Kuala memiliki potensi ekonomi yang cukup besar di sektor perkebunan, pertanian, dan perikanan. Komoditas seperti kelapa sawit, karet, dan padi berkembang di wilayah tersebut, ditopang fasilitas perikanan berupa cold storage dan pabrik es.“Pabrik penggilingan padi yang ada berkapasitas hingga 1,5 ton per jam,” ujarnya kepada Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi dalam pertemuan di Kantor Kementerian Transmigrasi, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

 

Namun, potensi tersebut dinilai belum didukung infrastruktur yang memadai. Melalui paparan yang ditampilkan dalam pertemuan, Firdaus menunjukkan kondisi sejumlah jalan kampung, jalan poros, jembatan, hingga pelabuhan feri yang rusak dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. “Hal demikian menyulitkan para guru, tenaga kesehatan, dan masyarakat lainnya saat beraktivitas keseharian,” ungkap mantan anggota DPRD dari Fraksi PAN yang juga alumnus Universitas Muhammadiyah Palangkaraya itu.

 

Kalimantan Tengah memiliki sejumlah kawasan transmigrasi yang tersebar di beberapa kabupaten, antara lain Belantikan Raya di Kabupaten Lamandau, Jelai di Kabupaten Sukamara, Lamunti-Dadahup di Kabupaten Kapuas, Tumbang Jutuh di Kabupaten Gunung Mas, serta Arut Selatan dan Kotawaringin Lama di Kabupaten Kotawaringin Barat. Di Kabupaten Katingan sendiri terdapat satuan permukiman transmigrasi eksisting di Pulau Malan/Tawang Beringin dan Hyang Bana SP-1 hasil penempatan 2007 dan 2011/2012 dengan jumlah total 950 kepala keluarga

Baca Juga  TEP 2026 Jadi Ajang Akademisi Implementasi Manfaat Ilmu bagi Masyarakat

 

Wamentran Viva Yoga menyatakan Kementerian Transmigrasi segera mengoordinasikan hambatan infrastruktur yang disampaikan Wabup Firdaus dengan kementerian terkait. Pembangunan kawasan transmigrasi dilakukan melalui skema kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari kementerian dan lembaga, BUMN, hingga sektor swasta. Kerja sama tersebut mencakup pembangunan infrastruktur, pertanian, dan perikanan. “Bahkan bisa bekerja sama dengan pemerintah dan perusahaan dari China,” ungkapnya.

 

Soal permintaan perbaikan jalan, jembatan, dan pelabuhan di Katingan Kuala, Viva Yoga menegaskan pemerintah pusat akan menindaklanjuti aspirasi tersebut melalui koordinasi lintas kementerian. “Meski di Katingan belum ada kawasan transmigrasi maka aspirasi yang ada kita koordinasikan dengan kementerian terkait. Kita dukung berbagai pembangunan untuk kesejahteraan rakyat,” ujarnya.