IKA ITS Academy Bahas Cut Loss BUMN dan Batas Perlindungan Business Judgment Rule

MAKLUMAT — Keputusan melakukan cut loss dalam pengelolaan BUMN perlu ditopang analisis, kehati-hatian, dan dokumentasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Business Judgment Rule tidak memberikan kekebalan kepada pengambil keputusan dari pertanggungjawaban hukum.

Hal tersebut dibahas dalam forum perdana IKA ITS Academy yang diselenggarakan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (PP IKA ITS), Rabu malam, 16 September 2026. Forum bertema “Navigating Business Streamlining in Indonesian SOE: Strategic, Legal and Governance Perspectives” menghadirkan Dr. Ir. Muhammad Fauzan, S.T., M.M., IPU., ASEAN Eng., CREL, Direktur Human Capital & Legal PT Hutama Karya (Persero).

Dalam materi yang disampaikan, cut loss ditempatkan sebagai salah satu instrumen pengelolaan risiko korporasi. Keputusan menghentikan atau melepas investasi yang berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar perlu dilihat dari proses pengambilan keputusannya.

Fauzan menjelaskan, perlindungan terhadap keputusan bisnis berkaitan dengan kualitas proses yang mendasarinya. Analisis yang memadai, itikad baik, kehati-hatian, tidak adanya benturan kepentingan, dan dokumentasi menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

“Business Judgment Rule bukan imunitas,” kata Fauzan.

Menurut dia, keputusan bisnis perlu dibangun melalui proses yang prudent, informed, dan terdokumentasi. Dengan demikian, keputusan yang menghasilkan kerugian tidak serta-merta dipisahkan dari proses dan kondisi ketika keputusan tersebut dibuat.

Baca Juga  YLC 8 IKA ITS Jakarta Raya Percepat Kematangan Karier Alumni Muda

Salah satu bagian penting dalam proses tersebut adalah evidence trail. Dokumen pendukung dapat berupa kajian kelayakan, analisis alternatif, pemetaan risiko, hasil valuasi independen, hingga risalah rapat pengambilan keputusan.

Forum juga membahas kerangka cut loss berdasarkan materi yang merujuk pada PP Nomor 38 Tahun 2026. Cut loss dipahami sebagai bagian dari pengelolaan risiko untuk mencegah kerugian yang lebih besar, bukan sekadar pengakuan atas kegagalan suatu investasi.

Pembahasan tersebut berkaitan dengan agenda business streamlining BUMN yang mencakup sejumlah alternatif, seperti merger, divestasi, turnaround/downsizing-repurpose, dan likuidasi.

Fauzan menjelaskan bahwa pilihan tersebut perlu didasarkan pada kondisi perusahaan dan tujuan strategisnya. Perusahaan yang masih memiliki posisi strategis tetapi mengalami tekanan keuangan dapat memerlukan turnaround, sedangkan perusahaan yang tidak lagi memiliki kesesuaian strategis dapat dipertimbangkan untuk divestasi atau likuidasi.

Dalam konteks tersebut, proses pengambilan keputusan menjadi bagian penting dari restrukturisasi. Manajemen perlu memiliki dasar yang jelas mengenai kondisi perusahaan, alternatif yang tersedia, risiko setiap pilihan, serta konsekuensi terhadap pemegang saham, kreditur, pekerja, pelanggan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Peserta IKA ITS Academy kemudian membawa pembahasan pada penerapan Business Judgment Rule terhadap pejabat struktural yang terlibat dalam penyusunan rekomendasi keputusan korporasi.

Baca Juga  Lulusan Teknik Tak Mesti Berkarier Linear, Direktur Inalum dan BNI Berbagi Pengalaman di Forum IKA ITS Jakarta Raya

Pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa isu cut loss tidak hanya berkaitan dengan keputusan direksi, tetapi juga dengan proses internal yang menghasilkan rekomendasi sebelum suatu aksi korporasi ditetapkan.

IKA ITS Academy menempatkan pembahasan tersebut dalam perspektif yang menggabungkan strategi bisnis, hukum, dan tata kelola. Forum ini dirancang sebagai ruang pembelajaran profesional bagi alumni ITS untuk membahas persoalan korporasi dan isu strategis yang berkembang di dunia usaha.

IKA ITS Academy diikuti sekitar 100 peserta. Foto/tangkapan layar

Diproyeksikan Menjadi Agenda Berkala

IKA ITS Academy diikuti sekitar 100 peserta berasal dari para alumni ITS dan pengurus IKA ITS di tingkat wilayah maupun komisariat jurusan. Rangkaian acara dipandu Wakil Sekretaris Jenderal PP IKA ITS Dzulfikar Arifuddin sekaligus Sekretaris Dewan Pakar IKA ITS PW Jakarta Raya sebagai Master of Ceremony. Sementara Iksan Ade Kurniawan, Commercial Division Head Samudera Indonesia dan Commercial Director Samudera Indonesia Logistik Kargo sekaligus Wakil sekretaris Bidang Pengembangan Profesi & Bisnis Alumni IKA ITS PW Jakarta Raya didaulat sebagai moderator.

Sekretaris Jenderal PP IKA ITS Herman Prasetyo yang turut hadir dalam frum menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan para pemrakarsa yang telah menggagas dan menyelenggarakan IKA ITS Academy untuk pertama kalinya.

Dia mengatakan sebagai bagian dari masyarakat pembelajar (learning society), IKA ITS Academy dihelat sebagai ruang bertemunya ide dan gagasan dari narasumber yang berkompeten dengan para alumni ITS dari berbagai lingkup profesi. Dalam forum ini berbagai tema dan isu-isu  strategis yang ada di korporasi, dunia usaha, dan masyarakat secara luas dibahas lebih mendalam untuk memberikan perspektif lebih komprehensif .

Baca Juga  YLC 8 IKA ITS Jakarta Raya Dorong Insinyur Muda Kuasai Strategi Bisnis dan Industri Energi

“PP IKA ITS berharap sekali IKA ITS Academy akan menjadi agenda yang berlanjut secara periodik, dengan tema dan narasumber yang faktual, aktual, menarik, serta visioner sesuai perkembangan isu nasional maupun global,” kata Herman.