MAKLUMAT — Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) memperluas akses pendidikan tinggi melalui berbagai program beasiswa bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027, yang diserahkan dalam rangkaian Forum Ta’aruf Mahasiswa (Fortama) sesi 2, Kamis (17/9/2026).
Umsida menyerahkan beasiswa tersebut kepada 1.064 mahasiswa baru, dengan total bantuan mencapai Rp3.102.810.000.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen Umsida dalam memberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang memiliki semangat melanjutkan pendidikan agar tetap dapat menempuh studi tanpa terkendala persoalan pembiayaan.
Kabid Pelayanan dan Logistik Admisi Umsida, Syahrul Ardiansyah SSi MSi, mengatakan bahwa saat ini Umsida memiliki sekitar 14 jenis beasiswa dengan sasaran dan kriteria yang beragam.
“Harapan besar dari Umsida jangan sampai ada adik-adik calon mahasiswa yang tidak bisa kuliah karena biaya. Karena itu Umsida memberikan banyak bantuan yang bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa, tentunya dengan prasyarat yang sudah ditentukan,” ujarnya.
Berbagai Proses Pemberian Beasiswa
Syahrul menjelaskan, setiap program beasiswa memiliki mekanisme seleksi masing-masing. Tahap awal dilakukan melalui seleksi administratif berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan untuk setiap jenis bantuan.
Mahasiswa yang mengajukan beasiswa prestasi, misalnya, harus memenuhi persyaratan serta melengkapi dokumen pendukung sesuai kategori yang dipilih.
Selain seleksi administrasi, jumlah penerima juga disesuaikan dengan kuota yang tersedia pada masing-masing program.
Syahrul menjelaskan, jumlah kuota dan besaran bantuan setiap beasiswa tidak selalu sama. Hal tersebut disesuaikan dengan kebutuhan, sasaran program, serta evaluasi terhadap pelaksanaan program sebelumnya.
Ia mencontohkan, beasiswa bagi mahasiswa dengan kondisi ekonomi tertentu akan mempertimbangkan tingkat kebutuhan penerima.
“Mahasiswa yatim piatu, misalnya, memiliki pertimbangan berbeda dengan kategori lainnya karena kondisi yang dihadapi juga berbeda,” terang Syahrul.
Pendampingan Rutin kepada Penerima
Tidak hanya memberikan bantuan pembiayaan pendidikan, Umsida juga memberikan pembinaan kepada mahasiswa penerima beasiswa selama menjalani perkuliahan.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA). Pembinaan diarahkan untuk memastikan mahasiswa penerima dapat berkembang, baik secara akademik maupun nonakademik.
Salah satu indikator yang diperhatikan adalah capaian akademik mahasiswa melalui ketentuan minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
“Ketika ada syarat minimal IPK yang harus diperoleh mahasiswa, harapannya itu menjadi motivasi supaya mereka terus berusaha untuk berkembang,” tuturnya.
Lazismu Umsida Salurkan Beasiswa Sang Surya
Selain program internal Umsida dan KIP Kuliah, Kantor Layanan Lazismu (KLL) Umsida turut berkontribusi melalui Beasiswa Sang Surya.
Bendahara Lazismu Umsida, Abdul Haris Effendie SPdI, menjelaskan bahwa program tersebut tahun ini berfokus pada program Beasiswa 10.000 Sarjana.
“Tahun ini insya Allah untuk mahasiswa baru sekitar 800 mahasiswa (yang mendapatkan Beasiswa Sang Surya). Persentasenya menyesuaikan dari ketentuan Umsida, sekitar 20 persen untuk semua jalur kecuali tahfidz,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, proses seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi mahasiswa dan keluarganya. Calon penerima wajib memenuhi sejumlah persyaratan, salah satunya Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Selain itu, calon penerima juga mengikuti proses wawancara untuk mengetahui kondisi ekonomi keluarga secara lebih mendalam.
“Kondisi keluarga itu seperti apa, orang tuanya bekerja apa, penghasilannya berapa. Kita wawancara dulu, kemudian setelah sesuai dengan realita dan berkas lengkap, baru diproses melalui sistem BIMA,” ungkap Haris.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui sistem keuangan Umsida. Dengan mekanisme tersebut, bantuan dapat langsung masuk melalui virtual account masing-masing mahasiswa dan secara otomatis diperhitungkan dalam pembayaran pendidikan.
“Beasiswa akan terus berkembang, tetapi tetap melalui evaluasi. Jika ada kebutuhan baru atau ada mahasiswa dengan potensi tertentu, bisa menjadi pertimbangan untuk pengembangan jenis beasiswa berikutnya,” tandas Haris.***
*) Penulis: Romadhona S













