Puguh DPRD Jatim Dorong Penertiban Industri Hiburan Malam di Malang

MAKLUMAT — Anggota DPRD Jawa Timur Dr. Puguh Wiji Pamungkas, mendorong penertiban industri hiburan malam di Kota Malang agar berjalan sesuai Peraturan Daerah (Perda). Khususnya terkait zonasi dan jarak dengan lembaga pendidikan.

Puguh menegaskan bahwa setiap bentuk usaha wajib mematuhi regulasi daerah. Menurutnya, penegakan aturan penting untuk menjaga karakter Malang sebagai kota pendidikan dan religius.

“Kalau memang ada yang melanggar Perda, khususnya terkait jarak dengan tempat pendidikan, tentu ini harus menjadi perhatian serius. Aturan harus ditegakkan secara konsisten,” ujar Puguh, Jumat (13/2/2026).

Ia menekankan, langkah yang didorong bukan menutup seluruh industri hiburan malam, melainkan melakukan penataan dan pengendalian agar selaras dengan tata ruang dan nilai sosial masyarakat.

“Kita tidak berbicara menghilangkan industrinya, tetapi menertibkan dan memanajemeni agar sesuai identitas kota,” katanya.

Puguh juga mengaku telah berkoordinasi dengan dinas terkait di tingkat provinsi mengenai peninjauan izin usaha yang memicu polemik, termasuk kemungkinan evaluasi perizinan bila ditemukan pelanggaran.

Hal ini sudah disampaikan Puguh saat menggelar kegiatan serap aspirasi masyarakat dalam Masa Sidang II Tahun 2026 di Kota Malang, Rabu (11/2/2026) lalu. Forum tersebut dihadiri lebih dari 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat Malang Raya.

Baca Juga  Apresiasi Kenaikan UMK di Tujuh Daerah, Agus Cahyono Dorong Pemerataan ke Seluruh Jatim secara Proporsional

Selain penertiban hiburan malam, reses juga menyinggung persoalan pengangguran muda di Malang Raya. Puguh menegaskan bahwa penguatan sektor kreatif dan vokasi tetap harus berjalan beriringan dengan penataan tata kota dan kepatuhan terhadap regulasi.

Puguh menilai perlunya pengakuan lebih luas terhadap sektor informal dan industri kreatif dalam ekosistem ketenagakerjaan.

“Hari ini demografi kita didominasi generasi milenial, gen Z, dan gen alpha yang lekat dengan dunia digital. Banyak yang bergerak di sektor kreatif dan informal, tetapi belum sepenuhnya terakomodasi dalam data ketenagakerjaan formal,” papar anggota Fraksi PKS ini.

Wakil rakyat dari Dapil Malang Raya ini mendorong pemerintah memperkuat pendidikan vokasi, pelatihan kerja, serta membuka akses pasar hingga level internasional agar potensi generasi muda Malang Raya dapat berkembang optimal.

“Negara harus hadir memfasilitasi akses pasar dan memperkuat pelatihan. Potensi anak-anak muda ini sangat besar dan bisa menjadi solusi konkret atas persoalan pengangguran,” pungkas Puguh